SEMARANG, PERHUTANI (25/12/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang, menggelar koordinasi keamanan lintas sektoral dengan Kepolisian Sektor Kedungjati, guna memastikan situasi kawasan hutan tetap kondusif menjelang perayaan Natal 2025, dan Tahun Baru 2026. Kegiatan koordinasi tersebut dilaksanakan pada Kamis (25/12) sebagai upaya memantapkan langkah pengamanan di seluruh wilayah kerja KPH Semarang.

Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang, melaksanakan kegiatan koordinasi tersebut dalam suasana penuh keakraban dengan dihadiri oleh Kepala Kepolisian Sektor Kedungjati, Abdulkadir, beserta jajaran. Turut hadir Wakil Administratur KPH Semarang, Andi Henu, bersama lima Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) serta jajaran Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) di wilayah KPH Semarang.

Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang, melalui Wakil Administratur KPH Semarang, Andi Henu, menyampaikan bahwa keberhasilan pengamanan kawasan hutan yang luas sangat ditentukan oleh komunikasi dan koordinasi yang intensif antarinstansi. Ia, mengapresiasi hubungan baik yang selama ini terjalin antara jajaran Perhutani dan kepolisian di lapangan.

“Silaturahmi ini merupakan modal utama kami. Kerja sama yang baik antara Perhutani, dan Polsek Kedungjati, bukan sekadar urusan administratif, melainkan sinergi nyata dalam menjaga aset negara serta memastikan ketertiban masyarakat di sekitar kawasan hutan, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru,” ujar Andi.

Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang, menerima respons positif dari Kepolisian Sektor Kedungjati, yang mengapresiasi inisiatif Perhutani, dalam memperkuat pengamanan teritorial. Kepolisian, menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh, baik melalui patroli gabungan maupun bantuan teknis dalam penanganan potensi konflik di lapangan.

Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang, juga mendapatkan penegasan dari pihak kepolisian terkait kesiapsiagaan dalam mendampingi jajaran Perhutani, apabila ditemukan hambatan atau gangguan keamanan di kawasan hutan. Melalui koordinasi ini, diharapkan potensi gangguan keamanan, seperti pencurian kayu dan gangguan teritorial lainnya, dapat diminimalkan secara preventif.

Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang, berharap sinergi yang terbangun ini dapat menjadi contoh kolaborasi lintas sektoral yang solid dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus stabilitas keamanan wilayah, khususnya di Kabupaten Grobogan dan sekitarnya. (Kom-PHT/Smg/Noe)

Editor: Tri

Copyright © 2025