SURAKARTA, PERHUTANI (31/05/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta terus mendorong modernisasi pengelolaan wisata berbasis teknologi melalui penyerahan perangkat Mobile Point of Sale (MPOS) baru kepada pengelola Wisata Pleseran di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Utara pada Senin (26/05).
Penyerahan perangkat tersebut dilakukan oleh bagian wisata KPH Surakarta sebagai bagian dari implementasi sistem e-ticketing dan transaksi cashless yang kini semakin banyak diterapkan di berbagai destinasi wisata. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, transparansi pengelolaan, serta kemudahan bagi pengunjung. Inisiatif tersebut juga sejalan dengan transformasi digital yang tengah dilakukan Perhutani dalam pengelolaan wisata alam agar lebih profesional, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Di tempat terpisah, Administratur KPH Surakarta, Agus Supriyanto, menyampaikan bahwa penerapan sistem digital merupakan kebutuhan penting dalam pengelolaan destinasi wisata modern.
“Penyerahan perangkat MPOS ini merupakan bentuk komitmen Perhutani dalam meningkatkan kualitas layanan kepada pengunjung sekaligus mendukung tata kelola usaha wisata yang lebih tertib dan transparan. Dengan sistem e-ticket dan pembayaran nontunai, proses transaksi menjadi lebih cepat, akurat, dan mudah dipantau sehingga dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan serta efisiensi pengelolaan,” ujarnya.
Sementara itu, Pengelola Wisata Pleseran, Eko Dwi Warsono, menyambut baik dukungan yang diberikan Perhutani. Menurutnya, keberadaan perangkat MPOS baru akan membantu operasional wisata menjadi lebih efektif, terutama saat menghadapi lonjakan kunjungan pada akhir pekan maupun musim liburan.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Perhutani dalam mendukung digitalisasi pengelolaan wisata. Dengan sistem yang lebih modern, pelayanan kepada pengunjung akan semakin cepat dan praktis, sekaligus memudahkan pencatatan transaksi secara real time,” ungkapnya.
Melalui penerapan sistem e-ticketing dan transaksi cashless ini, Perhutani berharap Wisata Pleseran dapat semakin berkembang sebagai destinasi wisata alam yang profesional dan berdaya saing. Ke depan, digitalisasi layanan di kawasan wisata Perhutani diharapkan mampu meningkatkan pengalaman pengunjung, memperkuat akuntabilitas pengelolaan, serta mendukung pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan hutan. (Kom-PHT/Ska/Mar)
Editor: Tri
Copyright © 2026