SURAKARTA, PERHUTANI (22/01/2026) | Perum Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta, mendukung pelaksanaan Gerakan Penanaman Bersama Lestari Gentong Lawu, sebagai respons atas penurunan debit air yang terjadi dari tahun ke tahun di kawasan lereng Gunung Lawu. Kegiatan penanaman tersebut dilaksanakan pada Jumat (17/01) di Petak 16–1, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tambak, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Utara, seluas 12,7 hektare, yang berada di kawasan Bumi Perkemahan Segoro Gunung.
Dalam kegiatan tersebut dilakukan penanaman sebanyak 500 batang, tanaman jenis beringin (Ficus sp.), preh, dan butu yang merupakan jenis lokal penyangga air. Penanaman ini bertujuan memulihkan fungsi hidrologis kawasan hutan serta menyeimbangkan antara laju pemanfaatan dan upaya pelestarian hutan. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karanganyar, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah X Surakarta, Forum Komunikasi Pengelolaan Sumber Mata Air (Forkom PKSM), Pensiunan Kehutanan Indonesia (Penshutindo) Karanganyar, Pimpinan Anak Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Mojogedang, serta relawan lintas komunitas.
Administratur Perhutani KPH Surakarta, melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Utara, Rohaniyatun, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi multipihak dalam kegiatan tersebut.
“Kegiatan penanaman bersama ini merupakan wujud sinergi nyata dalam melestarikan hutan Gunung Lawu. Sejalan dengan visi Perhutani, sebagai perusahaan berkelanjutan, hutan yang lestari akan diwariskan kepada generasi mendatang dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya sebagai sumber air kehidupan. Mari menanam dengan niat ibadah. Ketika pohon tumbuh dengan baik dan menghasilkan oksigen bagi banyak makhluk, insyaallah menjadi amal kebaikan bersama,” ujar Rohaniyatun.
Sementara itu, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Masrur, menyampaikan bahwa pemilihan jenis tanaman yang tepat di kawasan tangkapan air memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air.
“Penanaman jenis vegetasi lokal di kawasan tangkapan air dapat memperbaiki infiltrasi dan menjaga kontinuitas mata air agar tetap dapat dimanfaatkan masyarakat. Upaya ini bukan sekadar seremonial, melainkan investasi ekologi jangka panjang untuk mendukung ketahanan air dan pangan,” jelas Masrur.
Gerakan Lestari Gentong Lawu, diharapkan menjadi pemantik kegiatan penanaman berkelanjutan yang melibatkan pemerintah, pengelola hutan, organisasi kemasyarakatan, dan relawan. Dengan komitmen bersama serta perawatan pascatanam yang konsisten, kawasan hutan di lereng Gunung Lawu, diharapkan semakin pulih, mampu menopang kehidupan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, serta menjaga keseimbangan lingkungan untuk masa kini dan mendatang. (Kom-PHT/Ska/Mar)
Editor: Tri
Copyright © 2026