SURAKARTA, PERHUTANI (22/01/2026) | Upaya pengurangan risiko bencana berbasis ekosistem terus diperkuat di Kabupaten Karanganyar. Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta, bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Karanganyar, dan relawan Karangpandan, melaksanakan kegiatan penanaman bersama sebanyak 1.000 bibit rimba campur, di Petak 12-1, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tambak, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Utara, pada Minggu (18/01).

Penanaman rimba campur dipilih karena dinilai efektif dalam memperkuat tutupan vegetasi, meningkatkan daya serap air, serta menekan potensi terjadinya longsor dan banjir bandang di kawasan hulu lereng Gunung Lawu. Wilayah tersebut merupakan area yang kerap menjadi perhatian, khususnya pada musim hujan dengan intensitas curah hujan tinggi.

Administratur Perhutani KPH Surakarta, melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Utara, Rohaniyatun, menegaskan bahwa kegiatan penanaman ini merupakan bagian dari strategi pengelolaan hutan lestari yang terintegrasi dengan upaya mitigasi bencana.

“Penanaman rimba campur, kami arahkan untuk memperkuat fungsi lindung hutan, menjaga stabilitas tanah, dan memulihkan keseimbangan hidrologi. Sinergi dengan BPBD, dan relawan, menjadi kunci karena hutan tidak bisa dijaga sendiri. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujar Rohaniyatun.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, menyampaikan bahwa pendekatan vegetatif melalui penanaman pohon merupakan fondasi penting dalam mitigasi bencana jangka panjang.

“Penanganan bencana tidak cukup hanya dengan respons darurat. Pencegahan melalui rehabilitasi hutan dan penguatan tutupan lahan sangat penting. Bibit rimba campur ini akan menjadi penahan alami air hujan, mengurangi erosi, serta melindungi wilayah hilir,” jelas Hendro Prayitno.

Ia, juga mengapresiasi keterlibatan relawan Karangpandan yang aktif mendukung kegiatan penanaman di lapangan sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Ke depan, kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan dapat terus berlanjut melalui kegiatan pemeliharaan tanaman, pemantauan pertumbuhan, serta edukasi kebencanaan bagi masyarakat sekitar hutan. Dengan tutupan hutan yang semakin kuat dan partisipasi masyarakat yang meningkat, kawasan BKPH Lawu Utara, diharapkan semakin tangguh menghadapi ancaman bencana sekaligus memberikan manfaat ekologis dan sosial yang berkelanjutan bagi Kabupaten Karanganyar. (Kom-PHT/Ska/Mar)

Editor: Tri

Copyright © 2026