SURAKARTA, PERHUTANI (29/05/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta melaksanakan peninjauan lapangan terhadap potensi Fast Growing Species (FGS) jenis jabon di petak 49 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Banyurip, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tangen, Desa Kandangsapi, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Kamis (22/05). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya evaluasi dan pengembangan tanaman cepat tumbuh yang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus mendukung pengelolaan hutan produksi secara berkelanjutan.

Tanaman jabon dikenal sebagai salah satu jenis pohon unggulan karena memiliki pertumbuhan relatif cepat, adaptif terhadap berbagai kondisi lahan, serta memiliki prospek pasar yang terus berkembang untuk kebutuhan industri kayu maupun bahan baku furnitur.

Administratur KPH Surakarta, Agus Supriyanto Ganasari, menyampaikan bahwa pengembangan FGS jabon menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas kawasan hutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan.

“Kami ingin memastikan pertumbuhan tanaman jabon di wilayah BKPH Tangen berjalan optimal sehingga dapat menjadi salah satu sumber pendapatan yang berkelanjutan. Selain memiliki siklus panen yang lebih cepat dibanding jenis kayu lainnya, jabon juga memiliki nilai ekonomi yang baik sehingga potensial dikembangkan bersama masyarakat melalui pola kemitraan kehutanan,” ujarnya.

Perwakilan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wonokerto, Darso, mengapresiasi perhatian Perhutani terhadap pengembangan tanaman jabon di wilayah tersebut. Menurutnya, keberadaan tanaman cepat tumbuh tersebut memberikan harapan baru bagi masyarakat dalam meningkatkan produktivitas lahan dan kesejahteraan warga desa hutan.

“Kami mendukung penuh program pengembangan jabon ini karena selain memberikan manfaat ekonomi di masa depan, masyarakat juga ikut terlibat dalam pemeliharaan dan penjagaan tanaman. Harapannya, hasil yang diperoleh nantinya dapat dirasakan bersama oleh masyarakat dan Perhutani,” ungkapnya.

Melalui kegiatan peninjauan ini, Perhutani berharap pengembangan FGS jabon di BKPH Tangen dapat menjadi model pengelolaan hutan produksi yang efektif, produktif, dan berkelanjutan. Ke depan, sinergi antara Perhutani dan LMDH diharapkan semakin kuat dalam mendukung keberhasilan pembangunan hutan, meningkatkan nilai ekonomi kawasan, serta menjaga fungsi ekologis hutan sebagai penyangga kehidupan masyarakat sekitar. (Kom-PHT/Ska/Mar)

Editor: Tri

Copyright © 2026