TASIKMALAYA, PERHUTANI (15/04/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya menerima kunjungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya dalam rangka sosialisasi dan koordinasi kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat fenomena El Nino Gozila. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (14/04) bertempat di Kantor Perhutani KPH Tasikmalaya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Administratur/KSKPH Tasikmalaya Rodiana Rahman didampingi KSS HKAKP Salim, serta Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Tasikmalaya Abdul Azis Riswandi beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Wakil Administratur/KSKPH Tasikmalaya Rodiana Rahman menyampaikan bahwa kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau panjang menjadi prioritas utama dalam menjaga kelestarian kawasan hutan.
“Kami berkomitmen untuk memperkuat langkah mitigasi melalui patroli rutin, deteksi dini, serta pengamanan kawasan hutan secara intensif. Sinergi dengan BPBD dan stakeholder lainnya menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana akibat El Nino,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa Perhutani akan terus mengedukasi masyarakat sekitar hutan, khususnya Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran serta turut menjaga kelestarian hutan.
Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dibahas draft Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Perhutani KPH Tasikmalaya dan BPBD Kabupaten Tasikmalaya terkait penanggulangan bencana, sebagai langkah strategis dalam memperkuat sinergi dan kejelasan peran masing-masing pihak di lapangan.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Tasikmalaya Abdul Azis Riswandi menjelaskan bahwa fenomena El Nino Gozila berpotensi menimbulkan kemarau panjang yang berdampak pada meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan sumber air, serta gangguan terhadap keseimbangan ekosistem.
“Penurunan curah hujan secara signifikan menyebabkan kondisi vegetasi menjadi kering dan sangat rentan terbakar. Selain itu, ketersediaan air juga akan menurun, sehingga perlu langkah antisipasi bersama sejak dini,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. “Kami mengajak seluruh stakeholder untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila ditemukan potensi kebakaran. Respons cepat dan koordinasi yang baik akan sangat menentukan dalam meminimalisir dampak bencana,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara Perhutani dan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, termasuk melalui rencana kerja sama yang tengah disusun, sehingga upaya pencegahan dan penanggulangan bencana dapat berjalan lebih optimal serta kelestarian hutan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.(Kom-PHT/Tsm/Irbas)
Editor: MS
Copyright © 2026