TASIKMALAYA, PERHUTANI (14/01/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya melaksanakan kegiatan penanaman perdana Kebun Pangkas Pinus Bocor Getah yang berlokasi di petak 1C, RPH Sukaraja, BKPH Singaparna, pada Rabu (14/01/2026). Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya hutan pinus guna mendukung keberlanjutan produksi getah pinus dalam jangka panjang.
Hadir dalam kegiatan tersebut Asper/KBKPH Singaparna Ato Susanto, didampingi KRPH Sukaraja beserta Kepala Urusan Tata Usaha dan mandor, Kepala Sub Seksi Pembinaan Tanaman Hutan Heni Setyowati beserta staf, serta Ketua LMDH Taruna Jaya Desa Tarunajaya, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, sebagai mitra Perhutani di tingkat tapak.
Penanaman perdana ini menandai dimulainya pengembangan kebun pangkas pinus bocor getah yang berfungsi sebagai sumber bahan tanam unggul, yang berasal dari pohon-pohon pinus dengan tingkat produktivitas getah tinggi.
Administratur KPH Tasikmalaya melalui Asper/KBKPH Singaparna Ato Susanto menyampaikan bahwa pengembangan kebun pangkas merupakan bagian penting dari strategi pengelolaan hutan pinus secara berkelanjutan. Menurutnya, ketersediaan bibit unggul menjadi faktor utama dalam menjaga produktivitas getah pinus di masa mendatang.
“Kebun pangkas pinus bocor getah ini menjadi langkah awal untuk menjamin ketersediaan bahan tanam berkualitas. Dengan bibit yang unggul, diharapkan produktivitas getah pinus dapat terus terjaga dan meningkat secara berkesinambungan,” ujar Ato Susanto.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut mencerminkan komitmen Perhutani dalam pengelolaan hutan yang profesional dengan melibatkan masyarakat desa hutan sebagai mitra. Sinergi ini diharapkan mampu mendukung kelestarian hutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, Ketua LMDH Taruna Jaya, Aep Saepuloh, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan penanaman perdana kebun pangkas pinus bocor getah di wilayah kelolanya. Ia menyatakan kesiapan LMDH untuk mendukung Perhutani dalam pemeliharaan dan pengamanan kebun pangkas tersebut sebagai upaya menjaga keberlanjutan hutan dan kesejahteraan masyarakat desa hutan.
Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Tasikmalaya berharap dapat memperkuat fondasi pengelolaan hutan pinus yang produktif dan berkelanjutan, serta mempererat kemitraan yang harmonis antara Perhutani dan LMDH di tingkat tapak. (Kom-PHT/Tsm/Irbas)
Editor : MS
Copyright@2026