TASIKMALAYA, PERHUTANI (11/07/2025) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya menggelar kegiatan Sosialisasi Pedoman Kemitraan bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Karaha Harum Lestari pada Jumat, (09/08) bertempat di SD Karaha Bodas, Desa Kadipaten, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Perhutani dalam membangun sinergi yang kuat dengan masyarakat desa hutan sebagai mitra utama dalam menjaga dan memanfaatkan kawasan hutan secara berkelanjutan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Administratur KPH Tasikmalaya, Rodiana Rahman beserta Tim Pengembangan Bisnis KPH Tasikmalaya. Dalam pembukaan, Wakil Administratur menyampaikan bahwa pedoman kemitraan merupakan dokumen penting yang menjadi acuan kerja sama antara Perhutani dan LMDH. “Pedoman ini memuat ketentuan yang harus dipahami dan dipatuhi bersama, sehingga kemitraan dapat berjalan dengan baik, saling menguntungkan, serta tetap menjaga kelestarian sumber daya hutan,” ungkapnya.

Peserta yang terdiri dari jajaran pengurus dan anggota LMDH Karaha Harum Lestari tampak antusias mengikuti rangkaian acara. Mereka menerima materi yang mencakup tata cara pelaksanaan kemitraan, penyusunan rencana kerja tahunan, ketentuan perizinan, dan peluang pengembangan usaha produktif berbasis hasil hutan bukan kayu. Narasumber juga memaparkan contoh nyata kemitraan sukses yang telah diterapkan di wilayah KPH lain sebagai inspirasi bagi peserta.

Sesi diskusi menjadi momen interaktif antara peserta dan pemateri. Berbagai pertanyaan dan masukan muncul, mulai dari strategi memperluas pasar produk hutan, pengelolaan keuangan bersama, hingga rencana mengembangkan wisata alam yang dikelola oleh masyarakat. Tim Pengembangan Bisnis KPH Tasikmalaya memberikan jawaban yang aplikatif, menyampaikan tips teknis, serta mendorong peserta untuk berani berinovasi dalam memanfaatkan potensi hutan secara optimal.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua LMDH Karaha Harum Lestari, Ujang Supratmana, menyampaikan rasa terima kasih kepada Perhutani yang telah memberikan pendampingan secara langsung. Ia menegaskan komitmen LMDH untuk menjalankan kemitraan secara profesional. “Kami akan mematuhi pedoman yang telah disosialisasikan, memperkuat organisasi, meningkatkan kapasitas anggota, dan mengelola hasil hutan sesuai ketentuan demi kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Wakil Administratur KPH Tasikmalaya menambahkan bahwa tujuan utama kemitraan tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat desa hutan, tetapi juga memastikan keberlanjutan fungsi ekologi hutan. “Kita harus menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian. Perhutani akan terus melakukan pembinaan dan monitoring agar seluruh kegiatan sejalan dengan prinsip pengelolaan hutan lestari,” tegasnya.

Selain sosialisasi, Tim Pengembangan Bisnis turut mengajak peserta untuk mengidentifikasi peluang usaha kreatif yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi, seperti pengolahan madu hutan, kerajinan dari rotan, budidaya tanaman sela, dan pengembangan paket wisata edukasi hutan. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap kelestarian kawasan hutan.(Kom-PHT/Tsm/Irbas)

Editor : EM

Copyright © 2025