JAKARTA, PERHUTANI (25/02/2026) | Perum Perhutani melaksanakan penghijauan di lereng Gunung Slamet sebagai langkah strategis penyelamatan lahan kritis sekaligus penguatan fungsi lindung kawasan hutan sekitar Gunung Slamet. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan tutupan vegetasi guna menjaga kestabilan lereng serta daya dukung lingkungan bagi masyarakat sekitar.
Penanaman dilakukan pada Petak 57 dan Petak 50 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Guci serta Petak 54 dan Petak 53 RPH Batumirah, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat. Sebanyak 22.000 pucuk bibit ditanam di atas lahan seluas 21,5 hektare. Kegiatan ini merupakan bagian dari program rehabilitasi hutan yang dirancang untuk memperbaiki kondisi lahan, memperkuat peran kawasan sebagai daerah tangkapan air, serta menekan risiko bencana lingkungan.
Lereng Gunung Slamet memiliki fungsi vital sebagai penyangga ekosistem. Tutupan vegetasi yang baik berperan penting dalam meningkatkan daya serap air hujan, mengurangi aliran permukaan, serta menjaga struktur tanah tetap stabil. Dengan kondisi vegetasi yang optimal, potensi erosi dan longsor dapat ditekan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber air bagi masyarakat desa hutan dan wilayah sekitarnya.
Plt. Direktur Utama Perum Perhutani Natalas Anis Harjanto menyampaikan bahwa kegiatan penghijauan ini merupakan wujud komitmen Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan dan melindungi masyarakat dari ancaman bencana.
“Perhutani secara konsisten melakukan penyelamatan lahan kritis sebagai upaya preventif untuk menjaga fungsi lindung hutan. Penanaman pohon di lereng Gunung Slamet ini tidak hanya bertujuan memperbaiki ekosistem, tetapi juga melindungi masyarakat desa hutan dan daerah hilir dari potensi risiko bencana seperti erosi dan longsor. Upaya ini kami lakukan bersama para pemangku kepentingan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan penghijauan ini menjadi ruang kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Wakil Bupati dan Kepala Cabang Dinas Kehutanan V hadir memberikan dukungan kebijakan serta penguatan program di tingkat daerah. Unsur TNI dan Polri melalui Kodim dan Polres turut turun ke lapangan sebagai bentuk sinergi pengamanan dan dukungan pelaksanaan kegiatan. Forkompimcam berperan dalam koordinasi wilayah, relawan CDK 5 mendukung pendampingan teknis, serta kepala desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama menggerakkan partisipasi aktif warga.
Perhutani menegaskan bahwa kegiatan penghijauan tidak berhenti pada tahap penanaman. Pemeliharaan tanaman menjadi bagian penting untuk memastikan bibit dapat tumbuh optimal dan mencapai tingkat keberhasilan yang tinggi. Dengan perencanaan yang sistematis serta dukungan seluruh pihak, penghijauan di lereng Gunung Slamet diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan fungsi hutan sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan. (Kom-PHT/PR/2026-II-05)
Untuk informasi selanjutnya dapat menghubungi:
Sofiudin Nurmansyah – Sekretaris Perusahaan
Telp. (021) 7805730
Fax. (021) 7805731
Informasi tambahan Perum Perhutani di www.perhutani.co.id