NGANJUK, PERHUTANI (18/12/2025) │ Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk menghadiri peresmian Site Museum Tritik dan kegiatan Collection Talk bertema “Meningkatkan Sinergi dan Kerja Sama dalam Rangka Pengelolaan Site Museum Tritik yang Berkelanjutan di Desa Tritik”. Kegiatan tersebut diresmikan oleh Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro dan dilaksanakan di Desa Tritik, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Kamis (18/12).
Wakil Administratur Perhutani KPH Nganjuk Yuli Suprianto, menyampaikan dukungan penuh serta kesiapan bersinergi dengan instansi terkait dalam pengelolaan Site Museum Tritik. Menurutnya, keberadaan museum tersebut memiliki nilai strategis karena dibangun berdasarkan hasil konservasi temuan fosil Gajah Purba Stegodon trigonocephalus di petak 47-1 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Turi, serta sejumlah temuan fosil lainnya di dalam kawasan hutan Tritik.
“Perhutani mendukung keberadaan Site Museum Tritik sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan geologi dan edukasi masyarakat, khususnya yang berada di dalam kawasan hutan,” ujarnya.
Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan Site Museum Tritik merupakan wujud komitmen bersama dalam menjaga dan mengedukasi masyarakat terkait kekayaan sejarah dan geologi yang dimiliki Kabupaten Nganjuk. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Geologi Bandung atas dukungan dan fasilitasi dalam proses konservasi dan pengembangan museum tersebut.
“Penemuan fosil Gajah Purba Stegodon di kawasan hutan Tritik menjadi awal penting yang menunjukkan besarnya potensi warisan geologi yang perlu kita jaga dan manfaatkan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Museum Geologi Bandung, Raden Isnu Hajar Sulistiawan, menyampaikan optimismenya bahwa Site Museum Tritik dapat menjadi daya tarik wisata edukasi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan museum sangat bergantung pada peran serta seluruh pihak, termasuk pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Isnu menambahkan, pendirian Site Museum Tritik bertujuan utama untuk konservasi temuan fosil di wilayah Tritik dan sekitarnya, sekaligus sebagai sarana edukasi bagi masyarakat, pelajar, dan generasi muda dalam memahami potensi dan kekayaan geologi daerah tersebut.
Melalui sinergi lintas sektor, Site Museum Tritik diharapkan dapat dikelola secara berkelanjutan sebagai pusat edukasi, konservasi, dan pengembangan wisata berbasis warisan geologi. (Kom-PHT/Ngj/Ar)
Editor:Lra
Copyright©2025