ANTARA News, Jakarta – Perum Perhutani menyatakan pabrik pengolahan sagu di Sorong Selatan, Papua Barat siap beroperasi tahun depan seiring adanya jaminan pasokan energi listrik dari PT PLN.

Direktur Utama Perum Perhutani Bambang Sukmananto di Jakarta, Jumat menyatakan, beroperasinya pabrik tersebut diharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan sagu di dalam negeri, khususnya Papua dan Papua Barat.

“Salah satu hambatan realisasi pembangunan pabrik sagu Perhutani adalah soal pasokan listrik untuk operasional pabrik. Hambatan itu kini sudah selesai setelah ada kerjasama dengan PLN. Kami harap pabrik sudah bisa beroperasi tahun depan,” katanya.

Dua BUMN tersebut diwakili Dirut Perhutani Bambang Sukmananto dan Dirut PLN Nur Pamudji menandatangani kesepahaman kerjasama untuk memenuhi kebutuhan listrik dan panas bagi pengeringan.

Nantinya, PLN akan membangun pembangkit listrik tenaga biomassa berkekuatan minimal 3 megawatt (MW).

Dalam kesempatan tersebut, Perhutani juga menandatangani kesepahaman kerjasama dengan PT Barata (Persero) untuk Engineering Procurement Construction pabrik sagu berkapasitas 100 ton per hari.

Bambang menyatakan, Perhutani selama ini memang mencari solusi pembangkit listrik untuk kebutuhan pabrik sagu sebab calon lokasi industri yang terpencil dan infrastruktur yang minim.

“Jika menggunakan bahan baku konvensional seperti BBM dan batubara maka cost-nya menjadi tidak layak. Kini PLN sudah memiliki teknologi baru untuk memanfaatkan biomassa hasil limbah olahan sagu sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Nah, listriknya itu yang kami manfaatkan,” katanya.

Jurnalis : Aditia Maruli
Antaranews.com | 07 September 2013 | 07.30 WIB