PEKALONGAN TIMUR, PERHUTANI (24/12/2024) | Guna memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menghabiskan waktu libur akhir tahun, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur melaksanakan monitoring ketat penerapan standar Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3L) pada Rabu (24/12).
Kegiatan monitoring dilakukan oleh Kepala Sub Seksi K3L KPH Pekalongan Timur Yuwono Muktiarso. Kedatangan tim disambut oleh Pengelola Forest Kopi Bandar Hasan Effendi untuk melakukan penyisiran menyeluruh di area wisata Forest Kopi yang berada di Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.
Monitoring meliputi pengecekan konstruksi bangunan di area tebing, pemeriksaan dahan pohon yang rawan tumbang, serta ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) dan kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi lonjakan pengunjung yang diperkirakan meningkat pada malam pergantian tahun.
Administratur KPH Pekalongan Timur melalui Kepala Sub Seksi K3L KPH Pekalongan Timur Yuwono Muktiarso menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan adalah memastikan seluruh aspek K3L telah dipenuhi oleh pengelola wisata. Di Forest Kopi Bandar, tim melakukan pengecekan secara mendetail pada area-area yang memiliki potensi risiko tinggi.
“Kami tidak hanya memperhatikan keindahan tempat, tetapi keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama. Standar operasional harus dijalankan dengan disiplin tinggi, terlebih pada kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini,” jelasnya.
Pengelola Forest Kopi Bandar Hasan Effendi menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik monitoring dari KPH Pekalongan Timur sebagai bentuk dukungan bagi pengelola wisata. Ia menjelaskan bahwa pengelola telah melakukan pembersihan jalur, pengecekan kekuatan wahana, serta menyiagakan personel tambahan untuk mengatur kerumunan pengunjung.
“Dengan bimbingan K3L dari Perhutani, kami optimistis Forest Kopi Bandar siap menerima kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru dengan standar keamanan yang maksimal,” ujarnya.
Hasil monitoring K3L di Forest Kopi Bandar antara lain memastikan area parkir dan jalur pedestrian bebas dari hambatan dan licin, kesiagaan medis melalui penyiapan ruang laktasi serta posko darurat kesehatan di area depan, serta mitigasi risiko alam dengan penandaan area yang dilarang dikunjungi saat hujan lebat disertai angin kencang.
Dengan adanya pengawasan langsung dari KPH Pekalongan Timur, diharapkan sektor wisata kehutanan di wilayah Kabupaten Batang tetap menjadi destinasi yang aman dan ramah bagi pengunjung, sekaligus menjadi contoh penerapan standar keselamatan wisata yang baik. (Kom-PHT/Pkt/Ran)
Editor: Tri
Copyright © 2025