BANYUMAS TIMUR, PERHUTANI (25/03/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur bersama mitra pengelola basecamp melakukan pemantauan aktivitas pendakian di Gunung Kelir, Kabupaten Purbalingga, pada Selasa (24/03). Kegiatan ini bertujuan memastikan keselamatan pengunjung sekaligus menjaga ketertiban kawasan hutan.

Gunung Kelir merupakan destinasi wisata alam yang berada di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Serang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gunung Slamet Timur. Gunung ini dikenal dengan jalur pendakian yang relatif singkat dan cocok untuk pendaki pemula. Dari puncaknya, pengunjung dapat menikmati panorama perbukitan dan pemandangan matahari terbit. Lokasinya yang mudah dijangkau menjadi daya tarik utama bagi wisatawan lokal.

Kegiatan ini juga melibatkan Kepala RPH Serang dan Ketua Pengelola Basecamp Pendakian Gunung Kelir Via Kubang. Berdasarkan data hingga pukul 11.30 WIB, jumlah pengunjung yang tercatat mencapai 84 orang. Mayoritas pendaki berasal dari wilayah sekitar Purbalingga dan Banyumas. Arus kunjungan terpantau berjalan tertib.

Pemantauan dilakukan di pintu masuk pendakian serta beberapa titik jalur. Petugas memastikan setiap pengunjung mengikuti prosedur yang berlaku, termasuk pencatatan identitas dan tujuan pendakian. Petugas memastikan setiap pengunjung melakukan registrasi sebelum masuk kawasan. Selain itu, pemeriksaan perlengkapan juga dilakukan secara singkat untuk mengantisipasi risiko di jalur pendakian.

Administratur KPH Banyumas Timur melalui Kepala RPH Serang, Agus Ruswanto, melaporkan bahwa cuaca di kawasan Gunung Kelir saat pemantauan terpantau cukup mendung. Kondisi ini menjadi perhatian utama petugas karena dapat meningkatkan risiko tergelincir dan menurunnya jarak pandang.

“Perhutani mengimbau pendaki agar lebih berhati-hati. Peralatan harus lengkap dan kondisi fisik harus dipastikan siap,” ujarnya.

Imbauan tersebut meliputi penggunaan alas kaki yang sesuai, membawa jas hujan, serta tidak memaksakan diri jika cuaca memburuk. Pendaki juga diminta untuk tetap berada di jalur resmi. Selain aspek keselamatan, Perhutani bersama mitra pengelola juga melakukan pengawasan terhadap kelestarian hutan. Pengunjung diingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan dan tidak merusak vegetasi.

Ketua Pengelola Basecamp Pendakian Gunung Kelir Via Kubang, Adi S., menyampaikan bahwa koordinasi dengan Perhutani terus dilakukan dalam pengelolaan wisata. “Kami bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung,” katanya.

Pemantauan berjalan dengan aman. Tidak ditemukan kejadian menonjol selama kegiatan. Namun, petugas tetap siaga mengantisipasi perubahan cuaca.

Perhutani menegaskan bahwa kegiatan pemantauan rutin dilaksanakan, terutama saat jumlah pengunjung meningkat dan kondisi cuaca yang memerlukan perhatian lebih, seperti mendung, hujan, atau badai. Sinergi dengan mitra pengelola menjadi kunci dalam menjaga keselamatan wisatawan dan kelestarian kawasan. Dengan langkah ini, diharapkan wisata Gunung Kelir tetap aman, tertib, dan memberikan pengalaman yang baik bagi setiap pengunjung. (Kom-PHT/Byt/Mei)