JAKARTA, PERHUTANI (12/02/2026) | Perum Perhutani memaparkan strategi pengamanan hutan dan penanganan gangguan keamanan hutan (Gukamhut) dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Polri dengan Polisi Khusus (Polsus) yang digelar Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) melalui Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) di Hotel Royal Palm, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin–Rabu (9–11/2).
Kepala Departemen Perlindungan Sumber Daya Hutan (PSDH) Perum Perhutani Kantor Pusat, Panca Putra M. Sihite, hadir sebagai narasumber bersama jajaran. Rakor ini diikuti seluruh Satuan Binmas Polda se-Indonesia serta jajaran Polsus dari berbagai kementerian/lembaga.
Dalam pemaparannya, Panca menjelaskan peran strategis Perhutani sebagai BUMN pengelola hutan di Pulau Jawa dan Madura dengan luas kelola sekitar 1,38 juta hektare yang mencakup hutan produksi dan hutan lindung. Perhutani berkomitmen mendukung program pemerintah melalui pengelolaan hutan berkelanjutan dengan prinsip Profit, People, Planet.
Perhutani juga memaparkan upaya menekan Gukamhut, antara lain pencurian kayu, kebakaran hutan, konflik tenurial, hingga perusakan kawasan. Strategi yang dilakukan meliputi optimalisasi sistem pelaporan digital berbasis aplikasi SISKA dan INCIDEMA, penguatan sinergi lintas instansi bersama Polri, TNI, Kejaksaan, serta pemangku kepentingan terkait, dan peningkatan kapasitas SDM perlindungan hutan.
“Sinergi antara Perhutani, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan faktor utama dalam menjaga keamanan hutan. Melalui pendekatan preemtif, preventif, persuasif hingga represif sesuai ketentuan yang berlaku, kami optimistis penanganan gangguan keamanan hutan dapat semakin efektif dan berkelanjutan,” ujar Panca.
Rakor ini merupakan tindak lanjut rencana kerja Korps Pembinaan Masyarakat Baharkam Polri (Korbinmas) sekaligus upaya memperkuat koordinasi antarinstansi yang memiliki maupun membawahi Polsus.
Kakorbinmas Baharkam Polri yang diwakili Kabagopsnalev Korbinmas Baharkam Polri, Kombes Pol Mochamad Khozin, menegaskan pentingnya sinergi Polri dan Polsus untuk mendukung agenda pemerintah.
“Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergitas antara Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan Kepolisian Khusus dalam meningkatkan kinerja dan profesionalisme guna mendukung terwujudnya program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI Tahun 2024–2029,” tegasnya.
Rakor ditutup dengan sejumlah tindak lanjut strategis, antara lain penguatan koordinasi lintas sektoral, peningkatan kapasitas dan profesionalisme Polsus, optimalisasi sistem pelaporan dan pengawasan, serta pelaksanaan operasi terpadu sesuai tingkat kerawanan wilayah. (Kom-PHT/Kanpus/And)
Editor: Rzk
Copyright © 2026