BANTEN, PERHUTANI (13/03/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banten bersama Kepala Departemen Perlindungan Sumber Daya Hutan (SDH) Kantor Pusat melaksanakan kegiatan monitoring kesiapsiagaan personel pengamanan hutan dalam rangka bulan suci Ramadan serta menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada Selasa (10/03).
Kegiatan monitoring tersebut dihadiri oleh Kepala Departemen Perlindungan Sumber Daya Hutan (SDH) Perum Perhutani Kantor Pusat, Panca Putra Maju Sihite, didampingi Kepala Seksi Utama Bidang Keamanan Hutan Perum Perhutani Kantor Pusat, Ferry Yustianto, Kepala Seksi Keamanan Hutan Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, Alex D. Wartanto, Administratur/KKPH Banten, Dadan Ginanjar beserta jajaran manajemen (Wakil Administratur/KSKPH, para Kepala Seksi, serta KSS HK & Kompers), jajaran Asper/KBKPH, KRPH, Pabin Polhutan, Danru, serta anggota Polhutan.
Dalam sambutannya, Kepala Departemen Perlindungan SDH Perum Perhutani Kantor Pusat, Panca Putra M. Sihite, menyampaikan bahwa momentum bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri merupakan periode penting yang membutuhkan kesiapsiagaan personel Polhutan dalam menjaga dan mengelola kawasan hutan Perum Perhutani yang meliputi Pulau Jawa dan Madura seluas ±1,38 juta hektare, baik hutan lindung maupun hutan produksi, termasuk wilayah kerja KPH Banten.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam upaya menekan gangguan keamanan hutan (gukamhut) menjelang Idulfitri, diperlukan optimalisasi strategi pengamanan serta penguatan sinergitas lintas sektoral dengan TNI, Polri, Kejaksaan, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya dalam upaya pencegahan dan penanganan gangguan keamanan hutan.
Administratur/KKPH Banten, Dadan Ginanjar, menyampaikan pentingnya sinergitas kewilayahan lintas sektoral bersama aparat terkait dan stakeholder di wilayah kabupaten/kota di Provinsi Banten demi terciptanya kondusivitas keamanan hutan.
Petugas pengamanan hutan juga senantiasa mengedepankan tahapan pendekatan teknis dalam pelaksanaan tugas, mulai dari pendekatan preemtif, preventif, persuasif, hingga represif sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku, sehingga penanganan gangguan keamanan hutan dapat berjalan efektif dan bijaksana.
Sementara itu, Pabin Polhutan, Yudha, menyampaikan pentingnya sinergitas antarinstansi serta mengapresiasi hubungan baik yang telah terjalin antara Perum Perhutani dan Polri.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sinergitas yang selama ini terjalin. Semoga ke depan kerja sama ini terus terjaga dalam upaya menciptakan kondusivitas keamanan kawasan hutan di wilayah kerja Perum Perhutani,” ujarnya. (Kom-PHT/Btn/HJ)
Editor: MS
Copyright ©2026