GN PUNTANG – Perhutani   bekerjasama dengan Yayasan Owa Jawa akan merilis dua pasang owa jawa ke hutan alam di pegunungan Malabar. Pelepasan dua pasang primata endemik Pulau Jawa tersebut akan dilakukan pada hari Sabtu, 15 Juni 2013.

APENDIK 1: Aktivis Yayasan Owa Jawa, Agung tengah menerangkan pola hidup owa jawa yang akan dirilis di kawasan Pegunungan Malabar, Sabtu (15/5) nanti.
“Saat pelepasannya juga akan ada penanaman pohon secara simbolik. Nanti juga rencananya akan hadir Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan dan beberapa Duta Besar Negara sahabat,” ujar Kepala Unit Perhutani Unit III, Dadang Hendaris kepada Bandung ekspres di Wana Wisata Gunung Puntang, Kabupaten Bandung belum lama ini.

Dadang memaparkan, empat ekor owa jawa yang dirilis merupakan owa jawa hasil tangkapan dan pemulihan Yayasan Owa Jawa. Dua pasang owa jawa tersebut akan dilepas di hutan alam sekitar Gunung Malabar, lokasinya kurang lebih berjarak 500 meter dari Wana Wisata Gunung Puntang. Menyambut pelepasan owa jawa itu, Dadang mengatakan secara bertahap pihaknya mulai melakukan penanaman pohon favorit owa jawa.

Owa jawa sendiri merupakan primata bernama latin Hylobates Moloch. Agung, seorang aktivis Yayasan Owa Jawa memaparkan, populasi primata endemik Pulau Jawa tersebut kini tidak lebih dari seribu ekor.

“Pesebarannya di Jawa Barat ada di hutan Sancang, Garut Selatan. Itu juga populasinya tidak banyak,” ungkapnya.

Agung memaparkan, owa jawa merupakan primata yang hidup di kanopi pohon besar. Situs yang akan menjadi rumah baru dua pasang owa jawa tersebut menurutnya cukup ideal. “Apalagi hutan alaminya dikelilingi oleh hutan produksi Perhutani. Jadi hutan produksi yang kebanyakan pohon pinus akan menjadi pagar alami bagi owa jawa agar tidak dari hutan alami,” ujar Agung.

Sumber  : bandungekspres.com

Tanggal  : 11 Juni 2013