SARADAN, PERHUTANI (05/03/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Saradan bersama Satuan Brigade Mobil (Brimob) Madiun dan masyarakat sekitar hutan menggelar panen raya jagung termin pertama di Petak 134, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Notopuro, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Notopuro, Kamis (05/03).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran manajemen KPH Saradan, Asisten Perhutani (Asper) BKPH Notopuro, anggota Satuan Brimob Madiun, serta masyarakat sekitar hutan yang terlibat sejak proses penanaman hingga masa panen. Panen raya ini merupakan bagian dari sinergi berbagai pihak dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan.

Wakil Administratur KPH Saradan Barat, Sunardi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam pemanfaatan lahan hutan secara produktif untuk kegiatan pertanian.

Menurutnya, kerja sama antara Perhutani, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi wujud sinergi positif dalam pengelolaan kawasan hutan yang tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan panen raya jagung ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar hutan sekaligus menjadi bukti bahwa pengelolaan hutan dapat berjalan selaras dengan program ketahanan pangan nasional,” ujar Sunardi.

Sementara itu, Perwira Seksi Operasi (Pasi Ops) Satuan Brimob Madiun, Inspektur Satu (Iptu) Wahib, menyampaikan bahwa keterlibatan Brimob dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program strategis pemerintah, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara aparat keamanan, instansi pemerintah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung stabilitas wilayah sekaligus mendorong pembangunan di berbagai sektor.

“Kami dari Satuan Brimob Madiun siap mendukung program ketahanan pangan pemerintah. Kegiatan ini juga menjadi wujud kebersamaan antara aparat dan masyarakat dalam membangun kemandirian pangan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Melalui panen raya jagung termin pertama ini, diharapkan program ketahanan pangan di kawasan hutan dapat terus berjalan secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara Perhutani, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mendukung swasembada pangan nasional. (Kom-PHT/Srd/Sam)

 

Editor:Lra
Copyright©2026