TASIKMALAYA, PERHUTANI (18/02/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan melalui partisipasi pada kegiatan Penanaman Pohon Keliling (PEPELING) 2026 yang digelar oleh Assalam Peduli di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, pada Minggu (15/02).

PEPELING yang merupakan akronim dari Penanaman Pohon Keliling adalah model penghijauan yang dilaksanakan secara berpindah dari satu titik ke titik lainnya dalam wilayah tertentu. Pendekatan ini dirancang agar upaya rehabilitasi dan penguatan tutupan lahan tidak terpusat di satu lokasi saja, melainkan menjangkau beberapa desa secara bertahap dan terencana.

Kegiatan penghijauan tersebut dilaksanakan di Desa Mekarjaya dan Desa Janggala, Kecamatan Sukaraja. Sebanyak 200 pohon ditanam sebagai bentuk penguatan fungsi ekologis kawasan sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Sukaraja beserta jajaran, Ketua Assalam Peduli Alen Purnama beserta anggota, perangkat desa, serta masyarakat setempat yang terlibat langsung dalam aksi penanaman.

Pada hari pertama, sebanyak 100 bibit mahoni Uganda Khaya anthotheca ditanam di Desa Mekarjaya. Jenis ini memiliki sistem perakaran kuat yang efektif dalam mendukung konservasi tanah dan meminimalisasi potensi erosi.

Penanaman berlanjut di hari kedua di Desa Janggala dengan komposisi 50 bibit kakao Theobroma cacao dan 50 bibit tanaman perkayuan. Pola tanam ini diharapkan mampu memperkuat fungsi lindung sekaligus memberikan nilai ekonomi jangka panjang bagi masyarakat melalui komoditas kakao.

Administratur/KKPH Tasikmalaya Danu Prasetyo dalam keterangannya menegaskan bahwa dukungan Perhutani terhadap kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pengelolaan hutan lestari berbasis kolaborasi. “Perhutani berkomitmen mendukung gerakan penghijauan yang terstruktur dan berkelanjutan. Penanaman ini bukan sekadar simbolis, tetapi bagian dari investasi ekologis jangka panjang untuk menjaga keseimbangan lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan Penanaman Pohon Keliling menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan rehabilitasi lahan. “Dengan pola keliling, manfaatnya lebih merata dan kesadaran masyarakat dapat tumbuh di berbagai wilayah secara simultan,” tambahnya.

Ketua Assalam Peduli, Alen Purnama, menyampaikan apresiasi atas dukungan Perhutani KPH Tasikmalaya. “Kami bersyukur mendapat dukungan penuh dari Perhutani. PEPELING menjadi gerakan bersama untuk mengingatkan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kolektif,” ungkapnya.

Alen juga menegaskan komitmen komunitas dalam memastikan keberlanjutan program. “Kami tidak berhenti pada penanaman saja. Perawatan dan pengawasan akan terus kami lakukan bersama masyarakat agar pohon-pohon ini tumbuh optimal dan memberi manfaat nyata,” tegasnya.

Melalui sinergi antara Perhutani, komunitas, dan masyarakat, PEPELING 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi di tingkat tapak mampu memperkuat fungsi hutan, meningkatkan kesadaran lingkungan, serta mendukung keberlanjutan pembangunan di wilayah Tasikmalaya.

(Kom-PHT/Tsm/Irbas)

Editor: MS

Copyright©2026