Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Administratur/KKPH Tasikmalaya, Danu Prasetyo, yang hadir didampingi KRPH Cisayong, Agus Yandi. Selain itu, turut hadir perwakilan Pemerintah Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Dan Kota Tasikmalaya beserta Jajaran, serta para pelaku travel agent se-Priangan Timur.
Kehadiran lintas stakeholder tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pengembangan sektor pariwisata membutuhkan kolaborasi multipihak yang solid dan berkelanjutan. Momentum halal bihalal ini pun dimanfaatkan sebagai ruang strategis untuk memperkuat jejaring serta membangun komunikasi yang lebih efektif.
Dalam sambutannya, Administratur/KKPH Tasikmalaya, Danu Prasetyo menegaskan komitmen Perhutani dalam mendukung pengembangan wisata alam berbasis kehutanan. “Perhutani tidak bisa berjalan sendiri. Kami butuh kolaborasi konkret dengan travel agent dan pemerintah daerah untuk mengakselerasi potensi wisata hutan agar lebih marketable dan berdampak langsung ke masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, sejumlah destinasi unggulan seperti Curug Ciparay, Bukit Panyangraian, hingga kawasan Gunung Galunggung memiliki positioning kuat untuk dikembangkan sebagai paket wisata terintegrasi. “Tinggal kita kuatkan packaging dan promosi. Kalau ini jalan bareng, impact-nya pasti terasa,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya, Itang Budianto, S.IP., M.Si., dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan halal bihalal ini. Ia menilai forum ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem pariwisata daerah.
“Kolaborasi seperti ini harus terus kita dorong. Tasikmalaya memiliki potensi wisata yang luar biasa, namun membutuhkan dukungan promosi dan konektivitas yang kuat dari para pelaku usaha, termasuk travel agent,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan serta pemanfaatan teknologi digital dalam promosi wisata. “Saat ini, daya saing pariwisata sangat ditentukan oleh kemampuan kita beradaptasi dengan perkembangan digital. Destinasi harus memiliki daya tarik sekaligus visibilitas yang kuat,” tambahnya.
Diskusi yang berlangsung dalam kegiatan tersebut turut membahas strategi penguatan promosi, peningkatan kualitas layanan, hingga pengembangan paket wisata yang lebih inovatif dan kompetitif. Peran travel agent dinilai sangat penting dalam menjembatani potensi wisata dengan pasar yang lebih luas.
Selain itu, aspek keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan lingkungan juga menjadi perhatian utama. Perhutani menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian kawasan hutan sekaligus memastikan standar pelayanan wisata tetap terjaga.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai jalannya kegiatan, yang diisi dengan ramah tamah serta diskusi santai antar peserta. Hal ini menjadi refleksi kuatnya semangat kebersamaan dalam membangun sektor pariwisata di Priangan Timur.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama untuk terus mendorong pertumbuhan pariwisata berbasis potensi lokal yang berkelanjutan, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Ke depan, sinergi yang telah terjalin diharapkan mampu menjadi fondasi dalam menciptakan sektor pariwisata Priangan Timur yang adaptif, berdaya saing, dan semakin dikenal di tingkat nasional.(Kom-PHT/Tsm/Irbas)
Editor: MS
Copyright © 2026