TASIKMALAYA, PERHUTANI (18/02/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya menghadiri kegiatan reboisasi yang diselenggarakan Kelompok Tani Hutan (KTH) Wangun Binangkit di kawasan hutan Desa Nangelasari, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (14/2).

Kegiatan penanaman pohon tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan fungsi hutan sekaligus memperkuat kolaborasi antara Perhutani dan masyarakat desa hutan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, KRPH Cipatujah Saiful Manan beserta Kaur TU BKPH Karangnunggal yang mewakili jajaran Perhutani KPH Tasikmalaya. Kehadiran unsur lapangan ini menegaskan bahwa pengawalan kegiatan rehabilitasi hutan dilakukan secara langsung dan terstruktur.

Administratur/KKPH Tasikmalaya Danu Prasetyo dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan reboisasi yang diinisiasi KTH Wangun Binangkit merupakan bentuk konkret kolaborasi pengelolaan hutan berbasis kemitraan.

“Perhutani memandang kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan tata kelola hutan lestari di tingkat tapak. Reboisasi bukan sekadar menanam pohon, tetapi membangun komitmen jangka panjang antara Perhutani dan masyarakat desa hutan dalam menjaga fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi kawasan,” tegas Administratur/KKPH Tasikmalaya.

Ia menambahkan bahwa Perhutani KPH Tasikmalaya akan terus mendorong peran aktif Kelompok Tani Hutan sebagai mitra strategis dalam skema kemitraan kehutanan.

“Kami ingin memastikan setiap kegiatan di kawasan hutan berjalan sesuai prinsip kepatuhan, akuntabilitas, dan keberlanjutan. Hutan harus tetap lestari, namun juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi multipihak seperti ini menjadi fondasi penting dalam menjawab tantangan perubahan iklim dan degradasi lahan.

“Kalau kolaborasi terjaga, ekosistem pulih, produktivitas meningkat, dan kesejahteraan masyarakat ikut terdongkrak. Itu win-win solution yang kita dorong,” pungkasnya.

Ketua KTH Wangun Binangkit, Rudi Hidayat, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan Perhutani dalam kegiatan tersebut. Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat melalui pendampingan dan komunikasi yang berkelanjutan.

Selain Perhutani, kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VI, Pemerintah Desa Nangelasari, Babinkamtibmas, dan Babinsa sebagai bentuk dukungan lintas sektor terhadap upaya rehabilitasi kawasan hutan.

Penanaman dilakukan di area yang telah dipetakan sebelumnya sebagai bagian dari upaya pemulihan tutupan lahan dan peningkatan kualitas lingkungan di wilayah Cipatujah.

Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Tasikmalaya kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tingkat tapak, memastikan tata kelola hutan berjalan adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Sinergi yang solid hari ini adalah fondasi keberlanjutan hutan di masa depan.(Kom-PHT/Tsm/Irbas)

Editor : MS

Copyright@2026