TASIKMALAYA, PERHUTANI (02/04/2026) | Menghadapi potensi musim kemarau yang diprediksi lebih kering dari biasanya, Perum Perhutani Kestauan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya langsung mengambil langkah taktis dengan menyiagakan Polisi Hutan Mobile (Polhutmob) sebagai garda terdepan perlindungan hutan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi mitigasi risiko, terutama terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Kegiatan kesiapsiagaan ini dilaksanakan di Kantor Perhutani KPH Tasikmalaya sebagai Pos Komandoa Pelaksana (Poskolak) Pengendalian Kebakaran Hutan dan siaga bencana alam Perum Perhutani KPH Tasikmalaya. Dari titik ini, seluruh pergerakan personel dan armada Polhutmob dikendalikan secara sistematis dan terintegrasi. Rabu (01/04)
Hadir dalam kegiatan tersebut Administratur/KKPH Tasikmalaya, Danu Prasetyo, Wakil Administratur/KSKPH Tasikmalaya, Rodiana Rahman, Danru Polhutmob, serta anggota Polhutmob KPH Tasikmalaya yang siap diterjunkan ke lapangan. Kehadiran unsur pimpinan hingga personel teknis ini menegaskan bahwa kesiapsiagaan dilakukan secara menyeluruh dan berjenjang.
Polhutmob bergerak dengan mobilitas tinggi, menyisir wilayah-wilayah rawan yang memiliki tingkat kerentanan tinggi saat kemarau. Dengan dukungan kendaraan operasional dan personel yang siaga penuh, patroli dilakukan lebih intensif sehingga potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini.
Kondisi ini makin diperkuat dengan adanya potensi El Niño yang dapat memicu kekeringan ekstrem. Dampaknya jelas: risiko kebakaran hutan dan lahan meningkat, sehingga langkah preventif menjadi prioritas utama.
Pada pelaksanaan di lapangan nanti, Perum Perhutani juga akan melibatkan unsur Muspika dan jajaran keamanan BKPH di wilayah BKPH masing-masing, Masyarakat Peduli Api (MPA), Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), serta berbagai mitra strategis lainnya. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk memperkuat pengawasan sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi potensi kebakaran.
Administratur/KKPH Tasikmalaya, Danu Prasetyo menegaskan bahwa kesiapsiagaan ini bukan hanya rutinitas tahunan, melainkan bentuk komitmen serius dalam menjaga kelestarian hutan. “Musim kemarau, apalagi dengan potensi El Niño, menjadi tantangan yang harus kita hadapi dengan kesiapan penuh. Kami tidak ingin lengah. Seluruh jajaran, termasuk Polhutmob, harus siap bergerak cepat dan tepat dalam mengantisipasi setiap potensi gangguan keamanan hutan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya perlindungan hutan. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan Muspika, MPA, LMDH, dan seluruh mitra strategis menjadi kunci utama. Dengan kebersamaan, upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan akan jauh lebih efektif, kedepan rencana akan dilaksanakan kegiatan apel siaga bersama jajaran pemangku kepentingan guna memperkuat kesiapsigaan” tambahnya.
Sementara itu, Ketua LMDH Karaha Harum Lestari,Desa Kadipaten, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Ujang Supratmana, di tempat terpisah menyampaikan dukungannya terhadap langkah yang dilakukan Perhutani. “Kami dari LMDH siap mendukung penuh kegiatan ini. Masyarakat sekitar hutan punya peran penting dalam menjaga kawasan, terutama saat musim kemarau. Kami akan terus mengedukasi anggota dan warga agar lebih peduli serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga keberlanjutan hutan. “Kalau hutan aman, masyarakat juga yang merasakan manfaatnya. Jadi ini bukan hanya tanggung jawab Perhutani, tapi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
Kesiapsiagaan ini menjadi bukti bahwa Perum Perhutani tidak hanya berfokus pada penanganan saat terjadi bencana, tetapi juga mengedepankan langkah preventif dan kolaboratif. Dengan sinergi yang solid antara petugas, masyarakat, dan para pemangku kepentingan, diharapkan potensi gangguan hutan selama musim kemarau dapat ditekan secara maksimal, sehingga kelestarian hutan tetap terjaga untuk generasi yang akan datang. (Kom-PHT/Tsm/Irbas)
Editor: MS
Copyright © 2026