TASIKMALAYA, PERHUTANI (04/03/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya menerima audiensi dari Jabar Bergerak Zillenial Kota Tasikmalaya pada Selasa (04/03), bertempat di Kantor Perum Perhutani KPH Tasikmalaya. Audiensi tersebut dilaksanakan dalam rangka meminta arahan teknis terkait rencana kegiatan penanaman pohon melalui Program Z-Clean.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Administratur/KSPH Tasikmalaya Rodiana Rahman, didampingi Kepala Sub Seksi Hukum, Kepatuhan, Agraria dan Komunikasi Perusahaan (HKAKP) Salim. Dari pihak Jabar Bergerak Zillenial Kota Tasikmalaya hadir Ketua Daerah Kota Tasikmalaya Hadin Husnul Afandy beserta jajaran pengurus.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Jabar Bergerak Zillenial menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan penanaman pohon sebagai bentuk kontribusi nyata generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus memohon arahan teknis agar kegiatan yang dilaksanakan selaras dengan kaidah pengelolaan hutan.

Wakil Administratur/KSPH Tasikmalaya, Rodiana Rahman menyampaikan bahwa Perhutani pada prinsipnya mendukung inisiatif kepemudaan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan. Namun demikian, setiap kegiatan penanaman harus mengacu pada perencanaan pengelolaan hutan, kesesuaian tapak, fungsi kawasan, serta pertimbangan teknis silvikultur. “Penanaman tidak hanya berhenti pada seremoni. Yang terpenting adalah tingkat keberhasilan tumbuh, pemeliharaan, dan kesesuaian jenis tanaman dengan karakteristik lahan. Di sinilah pentingnya arahan teknis dan pendampingan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Perhutani siap memberikan pendampingan teknis mulai dari identifikasi lokasi, rekomendasi jenis tanaman, pola tanam, hingga mekanisme monitoring dan evaluasi pascatanam agar kegiatan memiliki dampak ekologis yang terukur.

Sementara itu, Ketua Daerah Jabar Bergerak Zillenial Kota Tasikmalaya, Hadin Husnul Afandy, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Perhutani dalam menerima audiensi dan memberikan ruang diskusi yang konstruktif. “Kami ingin memastikan bahwa gerakan yang kami lakukan bukan sekadar simbolik. Kami membutuhkan arahan teknis agar penanaman yang dilaksanakan benar-benar memberi manfaat bagi hutan dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab moral untuk terlibat aktif dalam isu lingkungan dan perubahan iklim. Menurutnya, kolaborasi dengan Perhutani menjadi langkah strategis agar gerakan kepemudaan memiliki legitimasi teknis dan dampak jangka panjang.

Melalui audiensi ini diharapkan terbangun sinergi yang berkelanjutan antara Perhutani KPH Tasikmalaya dan Jabar Bergerak Zillenial Kota Tasikmalaya, sehingga kegiatan penghijauan yang direncanakan dapat berjalan sesuai ketentuan, memberikan manfaat ekologis, serta memperkuat peran partisipatif generasi muda dalam menjaga kelestarian hutan.(Kom-PHT/Tsm/Irbas)

Editor : MS
Copyright ©️ 2026