CEPU, PERHUTANI (17/11/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu menerima kunjungan Kepala Kelurahan Ngelo dan lima personel Koramil 05/Cepu dalam rangka kolaborasi pembentukan Koperasi Merah Putih Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, pada Senin (17/11).

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Administratur KPH Cepu, didampingi Kepala Seksi Madya Keuangan, Sumber Daya Manusia (SDM), Umum dan IT, Kepala Sub Seksi Hukum, Kepatuhan, Agraria dan Komper, Kepala Sub Seksi Sarana dan Prasarana (Sarpra), Opset dan IT, serta Kepala Kelurahan Ngelo beserta lima personel Komando Rayon Militer (Koramil) 05/Cepu.

Administratur KPH Cepu, Mustopo, menyampaikan komitmen Perhutani untuk menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Blora. Ia mengatakan bahwa pengelolaan hutan tidak hanya berorientasi pada kelestarian alam, tetapi juga berperan penting dalam aspek sosial dan ekonomi masyarakat sekitar hutan.

Lebih lanjut, Mustopo menjelaskan bahwa harmonisasi kebijakan antardaerah merupakan salah satu aspek penting dalam membangun dan menjaga ketahanan nasional. Sinergi menjadi kunci guna mencegah tumpang tindih kebijakan, mengoptimalkan sumber daya, dan memastikan setiap daerah dapat berkembang sesuai potensi dan tantangan masing-masing.

Kepala Kelurahan Ngelo, Sumiati, menyampaikan bahwa pembentukan Koperasi Merah Putih didorong oleh kebutuhan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa melalui pendekatan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada prinsip gotong royong, kekeluargaan, dan saling membantu. Ia menegaskan bahwa ketahanan nasional tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga mencakup stabilitas ekonomi, sosial, politik, dan lingkungan yang berkelanjutan.

Sementara itu, mewakili Komandan Koramil 05/Cepu, Pembantu Letnan Satu (Peltu) Samuri mengatakan bahwa harmonisasi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Perhutani terjalin erat melalui sinergi dan kerja sama yang telah diresmikan dalam Memorandum of Understanding (MoU) di berbagai tingkatan, dari pusat hingga lapangan.

Lebih lanjut, Samuri menjelaskan bahwa kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada pengamanan hutan dan pelestarian lingkungan, tetapi juga mencakup dukungan terhadap program pemerintah seperti ketahanan pangan melalui kegiatan penanaman jagung atau komoditas lainnya di area hutan yang diizinkan. (Kom-PHT/Cpu/Pai).

Editor: Tri

Copyright © 2025