KEDU SELATAN, PERHUTANI (07/08/2025) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan turut mendukung pengembangan dan pemasaran produk unggulan, bisnis, investasi, serta pariwisata dalam kawasan Destinasi Super Prioritas (DSP) Borobudur melalui partisipasinya dalam Borobudur Indonesia Expo 2025, Kamis (07/08).

Sebagai salah satu dari lima DSP yang ditetapkan pemerintah, kawasan Borobudur memiliki potensi besar dalam mendorong pembangunan pariwisata di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pengembangan kawasan ini tidak hanya fokus pada kunjungan ke Candi Borobudur, namun juga merambah ke berbagai pengalaman wisata desa, aktivitas sungai, serta sentra kerajinan lokal.

Administratur KPH Kedu Selatan, Nandang Kusanandar, menyampaikan bahwa promosi dan pemasaran yang efektif menjadi kunci untuk mengembangkan potensi pariwisata di sekitar Candi Borobudur secara berkelanjutan dan terintegrasi, dengan tetap menjaga kelestarian alam serta nilai-nilai budaya yang ada.

“Melalui Borobudur Indonesia Expo 2025, Perhutani ingin memperkenalkan produk-produk unggulan dari mitra binaan, seperti madu, kayu putih, dan anyaman pandan, serta destinasi wisata alam di kawasan hutan Perhutani,” ujarnya.

Adapun beberapa destinasi wisata dalam wilayah Perhutani KPH Kedu Selatan yang turut dipromosikan dalam pameran ini antara lain Hutan Pinus Kalilo, Glamping D’Loano, Bukit Sebutrong, Bukit Sikepel, Curug Muncar, Curug Gunung Putri, serta Sagara View Off Karang Bolong Kebumen. Stand Perhutani dapat ditemukan di area Pendopo, dengan nomor stand 50.

Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, dalam keterangannya menyebutkan bahwa Borobudur Indonesia Expo 2025 digelar untuk memperkuat promosi dan pemasaran produk lokal, menarik investasi, serta mendorong kerjasama antar daerah dalam mendukung pembangunan kawasan DSP Borobudur.

Expo yang berlangsung pada 7–10 Agustus 2025 di Pendopo Kabupaten Purworejo, Art Center, dan Jalan RAA Tjokronegoro ini merupakan gelaran ketiga setelah sebelumnya diselenggarakan di Kota Magelang (2023) dan Kabupaten Magelang (2024). Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari instansi kementerian, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, BUMN, BUMD, swasta, perguruan tinggi, hingga start-up dari seluruh Indonesia. Selain pameran, expo juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan lainnya. (Kom-PHT/Kds/Rwi)

Editor: Tri

Copyright © 2025