MANTINGAN, PERHUTANI (01/08/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan bersama Srikandi Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah memberikan edukasi pembelajaran dan pengenalan tentang hutan kepada anak-anak TK Tunas Rimba Yayasan Taruna Rimba Perhutani (YTRP) Cabang KPH Mantingan pada Kamis (31/07).
Kegiatan dilaksanakan di kawasan hutan wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Medang dan diikuti oleh Administratur KPH Mantingan beserta jajaran, Ketua Srikandi Perhutani beserta pengurus, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Medang beserta anggota, Kepala TK Tunas Rimba II Medang, serta seluruh anak-anak TK Tunas Rimba YTRP Cabang KPH Mantingan.
Administratur KPH Mantingan, Rohasan, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pemahaman dan pengenalan hutan perlu diberikan sejak usia dini guna menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian hutan.
“Perhutani berharap, melalui kegiatan ini, anak-anak TK Tunas Rimba memperoleh pengetahuan bahwa hutan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan. Selain menghasilkan oksigen segar, hutan juga memberikan kesejukan dan kenyamanan bagi lingkungan,” jelasnya.
Ketua Srikandi Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah, Misa Ekaristi, turut menyampaikan harapan terhadap kegiatan ini. “Semoga kegiatan ini dapat memberikan edukasi kepada anak-anak TK Tunas Rimba dalam mewujudkan kelestarian hutan untuk kehidupan yang akan datang,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan pengenalan hutan sejak dini bertujuan menanamkan dan menumbuhkan kecintaan terhadap hutan. “Dengan gemar menanam pohon, anak-anak akan turut mewujudkan lingkungan yang sejuk dan segar,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala TK Tunas Rimba II Medang, Agus Iswahyudi Wibisono, menyampaikan apresiasi kepada Perhutani dan Srikandi Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah atas pelaksanaan kegiatan edukatif ini. “Semoga kegiatan ini dapat menambah ilmu pengetahuan serta menumbuhkan rasa kasih sayang dan kepedulian terhadap kelestarian hutan,” terangnya. (Kom-PHT/Mnt/Joy)
Editor: Tri
Copyright © 2025