CIANJUR, PERHUTANI (04/06/2026) │ Dalam upaya memperkuat sinergi di sektor kehutanan serta memastikan kesejahteraan para pekerja di lapangan tetap terjaga, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kehutanan melakukan kunjungan kerja ke wilayah Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cianjur. Di sela kunjungan tersebut, Sekjen Kementerian Kehutanan berdialog langsung dengan perwakilan mitra penyadap getah pinus di kawasan hutan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Cianjur, pada Senin (01/06).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Administratur KPH Cianjur Ade Sugiharto beserta jajaran, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Mahfudz beserta rombongan, serta sejumlah perwakilan penyadap getah pinus dari wilayah BKPH Cianjur.

Dialog berlangsung sebagai wadah untuk menyerap aspirasi para penyadap sekaligus menggali kondisi riil di lapangan, mulai dari tantangan akibat fluktuasi cuaca, produktivitas hasil hutan bukan kayu (HHBK), hingga upaya optimalisasi program perlindungan sosial bagi para mitra kerja.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Mahfudz menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian besar terhadap keberlanjutan industri penyadapan getah pinus nasional. Menurutnya, kebijakan kehutanan saat ini tidak hanya berorientasi pada pelestarian sumber daya alam, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan penghidupannya pada kawasan hutan.

“Kehadiran kami untuk berdialog langsung dengan para penyadap bertujuan memastikan bahwa kebijakan yang disusun pemerintah benar-benar berpihak pada kesejahteraan mereka. Para penyadap merupakan garda terdepan dalam mendukung industri hijau nasional. Karena itu, aspek keselamatan kerja, keberlanjutan kemitraan, dan perlindungan sosial harus terus diperkuat melalui kolaborasi yang baik bersama Perhutani,” ujarnya.

Sementara itu, Administratur Perhutani KPH Cianjur Ade Sugiharto menyampaikan bahwa Perhutani terus berupaya meningkatkan motivasi dan kesejahteraan para mitra penyadap melalui berbagai program, seperti penyaluran bantuan secara berkala, penyediaan alat pelindung diri (APD), serta jaminan perlindungan keselamatan kerja.

Ia menambahkan bahwa dialog bersama Sekjen Kementerian Kehutanan menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi sekaligus menyempurnakan berbagai program pembinaan yang telah berjalan.

“Perhutani menyambut baik adanya dialog ini sebagai ruang untuk mendengar langsung aspirasi para penyadap. Kenyamanan dan keamanan para mitra di lapangan merupakan faktor penting dalam mendukung optimalisasi produksi getah pinus. Berbagai masukan yang diperoleh akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan sarana kerja maupun program perlindungan sosial di seluruh BKPH,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh suasana dialogis, mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah, Perhutani, dan para mitra penyadap dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang produktif, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat. (Kom-PHT/Cjr/HN)

Editor: MS

Copyright © 2026