NGANJUK, PERHUTANI (29/07/2019) | Perkembangan informasi teknologi yang semakin pesat di era digitalisasi saat ini, mendorong pengurus Lembaga Masyrakat Desa Hutan (LMDH) di wilayah Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk untuk mengembangkan potensi di wilayahnya untuk dikembangkan menjadi tempat wisata.

Hal tersebut dilakukan oleh Perkumpulan LMDH se-Kabupaten Nganjuk untuk studi banding pengelolaan wisata di wilayah Perhutani KPH Malang. KPH Malang dipilih menjadi lokasi study banding karena banyak wisata yang sudah terkenal yang pengelolaannya dikerjasamakan bersama LMDH.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sebanyak 86 orang perwakilan dari 34 LMDH se-Kabupaten Nganjuk, yang dilaksanakan pada tanggal 26 s.d 27 Juli 2019. Lokasi yang dikunjungi diantaranya Pantai Udel Bantur dan Air Terjun Coban Talun Batu, keduanya pengelolaannya dikerjasamakan dengan LMDH setempat.

Peserta study banding mereka belajar untuk mengelola wana wisata, yang antara lain melakukan diskusi dengan pengelola, pengenalan wahana untuk bermain, out bond, dan lain-lain.

Menanggapi kegiatan Perkumpulan LMDH tersebut, Administratur Perhutani KPH Nganjuk Bambang Cahyo Purnomo mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh Perkumpulan LMDH secara swadaya tersebut. Dia berharap hasil studi banding tersebut nantinya bisa menginspirasi pengurus LMDH masing-masing untuk maju.

Disela-sela kegiatan salah satu tokoh LMDH Jati Unggul, Pantoyo mengatakan bahwa kegiatan study banding tersebut merupakan inisiasi dari pengurus-pengruh LMDH se-Kabupaten Nganjuk, dengan keinginan untuk dapat belajar mengenai pengelolaan wisata yang di kerjasamakan dengan LMDH.

“Selain belajar mengelola wisata bisa dijadikan ajang silaturahmi antara pengurus LMDH. Dia berharap kegiatan semacam ini bisa diadakan setiap tahun di tempat yang berbeda,” tambahnya. (Kom-PHT/Ngj/Srtl)

Editor : Ywn

Copyright©2019