BANYUMAS TIMUR, PERHUTANI (17/12/2025) | Perum Perhutani terus mendorong penguatan sumber daya manusia yang berdaya, adaptif, dan berkarakter melalui kegiatan pengembangan diri bagi Srikandi Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui hipnoterapi Bersama di Graha Tectona Wana Wisata Baturraden pada Senin (15/12) yang diusung dengan tema Beautiful, Brain, Brave, Behaviour dan subtema “Keindahan Pikiran, Keberanian Hati, dan Keteladanan Perilaku, Perempuan Tangguh Masa Kini”.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran manajemen Perum Perhutani Divisi Regional (Divre) Jawa Tengah (Jateng), segenap Administratur Perhutani se-Divre Jateng, General Manager Area Bisnis Wisata Wilayah Barat PT Palawi Risorsis, jajaran Ikatan Istri Karyawan Perhutani (IIKP) seluruh rayon Perhutani Divre Jateng, serta anggota Srikandi dari KPH Banyumas Barat dan KPH Banyumas Timur. Kehadiran berbagai jajaran ini mencerminkan dukungan bersama terhadap penguatan peran perempuan di lingkungan Perhutani.

Dalam sambutannya, General Manager Area Bisnis Wisata Wilayah Barat PT Palawi Risorsis, Yuyu Rahayu, menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam organisasi, tidak hanya sebagai pelaksana tugas, tetapi juga sebagai agen perubahan yang membawa nilai-nilai keteladanan, empati, dan ketangguhan.

“Semoga kegiatan ini diharapkan mampu membantu kita, para Perempuan, menemukan keseimbangan antara pikiran, perasaan, dan perilaku dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya.

Sesi utama kegiatan diisi oleh Coach dari BETA Therapy, Ns. Beta Sugiarso. Dalam paparan awalnya, ia menjelaskan bahwa manusia ‘digambar’ oleh orang tua dan setiap kehidupan adalah sebuah Gambaran yang tidak dapat dihapus, terkecuali sakit dan mati. Namun demikian, gambar tersebut masih dapat dimodifikasi.

Dalam analogi lain, Beta menjelaskan kutipan tentang kita adalah apa yang kita pikirkan. “Jika kita memikirkan hidup kita seperti orang yang berdaya, atau tidak mampu, maka diri kita memang seperti itu,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa hidup manusia seperti seni menggambar sehingga setiap manusia harus membuat gambar yang terbaik.

“Sering kali kita terdistraksi oleh pikiran buruk yang kemudian langsung kita ikuti, padahal pikiran itu belum terjadi,” imbuhnya—sekaligus mengajak agar peserta tidak serta-merta memikirkan sesuatu yang tidak baik sebelum mencoba sesuatu.

Para peserta mengikuti sesi hipnoterapi dengan antusias dan penuh keterbukaan. Banyak di antara mereka merasakan pengalaman reflektif yang membantu memahami diri secara lebih mendalam.

Kepala Sub Seksi SDM dan Umum Perhutani KPH Banyumas Timur, Esti Rahayu, sebagai salah satu peserta yang juga adalah anggota Srikandi mengaku bahwa materi yang diberikan bisa menjadi inspirasi untuk menghadapi dinamika pekerjaan, mulai dari pelayanan karyawan, koordinasi lintas unit, hingga pengambilan keputusan yang tegas dan berintegritas.

“Walaupun materinya tidak banyak, saya lebih memahami lebih jauh tentang bagaimana mengelola emosi dan meningkatkan fokus untuk membuat kegiatan bekerja saya lebih terstruktur,” katanya.

Rangkaian kegiatan juga termasuk aktivitas yang bersifat rekreatif dan membangun kebersamaan. Sejumlah hiburan ditampilkan, termasuk penampilan vokal grup dari para peserta yang menambah semangat. Selain itu, kegiatan outbound yang dilaksanakan pada hari ke dua juga melatih kerja sama tim, komunikasi, dan kepemimpinan dalam suasana yang menyenangkan.

Kegiatan juga dimeriahkan dengan sesi tukar kado yang menjadi simbol kebersamaan dan apresiasi antarpeserta. Momen tersebut tidak hanya menghadirkan keceriaan, tetapi juga memperkuat ikatan emosional.

Melalui kegiatan ini, Perhutani dan IIKP menegaskan bahwa mental dan perilaku positif diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan, tidak hanya bagi individu peserta, tetapi juga bagi lingkungan kerja dan organisasi secara keseluruhan.

Hipnoterapi juga menjadi bukti bahwa Perhutani tidak hanya berfokus pada pengelolaan hutan, tetapi juga pada pengelolaan sumber daya manusia. Dengan pikiran yang indah, keberanian hati, dan perilaku yang menjadi teladan, Srikandi Perhutani diharapkan menjadi perempuan tangguh masa kini. (Kom-PHT/Byt/Mei)

Editor: Tri

Copyright © 2025