TRIBUNNEWS.COM (19/01/2026) | Sepanjang tahun 2025, Perhutani KPH Tasikmalaya telah merealisasikan penanaman sebanyak 40.000 pohon yang tersebar di berbagai wilayah kerja KPH Tasikmalaya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Rencana Kerja Tahunan (RKT) serta implementasi prinsip pengelolaan hutan lestari yang mengedepankan keseimbangan aspek ekologi, sosial, dan ekonomi.
Kegiatan penanaman pohon dilaksanakan secara bertahap di sejumlah petak tanaman hutan dengan melibatkan stakeholder), Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta komunitas pemerhati lingkungan.
Jenis tanaman yang ditanam terdiri dari tanaman kehutanan dan tanaman serbaguna yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis.
Tanaman kehutanan meliputi jati, mahoni. Sedangkan tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) yang dikembangkan antara lain Alpukat, Durian, Petai, Kengkol dan Nangka.
Pemilihan jenis tanaman tersebut disesuaikan dengan kondisi tapak, fungsi kawasan hutan, serta kebutuhan dan potensi pengembangan ekonomi masyarakat sekitar hutan.
Administratur/KKPH Tasikmalaya melalui Kepala Sub Seksi (KSS) Pembinaan Hutan Heni setyowati menjelaskan, bahwa program penanaman ini tidak hanya berfokus pada pencapaian target kuantitatif, tetapi juga mengedepankan kualitas tanaman dan keberlanjutan pengelolaan hutan dalam jangka panjang.
“Penanaman 40 ribu pohon sepanjang tahun 2025 merupakan wujud komitmen Perhutani KPH Tasikmalaya dalam menjaga dan meningkatkan fungsi hutan,” ucapnya dikonfirmasi TribunPriangan.com, ketika ditemui di kantor Perhutani KPH Tasikmalaya, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan, bahwa keterlibatan mahasiswa, LSM, dan komunitas diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya pelestarian hutan, dan sarana edukasi pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan.
“Program penanaman pohon ini juga berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim melalui peningkatan tutupan vegetasi, perbaikan kualitas lingkungan, serta penguatan fungsi hidrologis hutan sebagai daerah tangkapan air,” jelasnya.
Dengan meningkatnya tutupan hutan, diharapkan dapat menekan risiko degradasi lingkungan dan mendukung keberlanjutan ekosistem hutan di wilayah Tasikmalaya.
“Kedepan Perhutani KPH Tasikmalaya akan terus mendorong kolaborasi multipihak guna mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” katanya.
Sumber : tribunnews.com