BANYUMAS TIMUR, PERHUTANI (04/02/2026) | Suasana berbeda tampak di aula kantor Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur pagi itu. Bukan tanpa alasan, hari itu ada sinergi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas berupa gelaran aksi donor darah dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional pada Rabu (04/02).
Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Di tengah berbagai tuntutan pekerjaan kehutanan yang sarat risiko, Perhutani ingin menegaskan bahwa budaya K3 tidak hanya berbicara tentang melindungi diri sendiri, tetapi juga tentang kepedulian terhadap keselamatan orang lain.
Administratur KPH Banyumas Timur, Mochamad Risqon, menuturkan bahwa donor darah menjadi simbol nyata dari nilai kemanusiaan yang harus terus dijaga oleh setiap insan di perusahaan.
“Melalui kegiatan ini, Perhutani ingin menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan kerja berangkat dari rasa peduli. Setiap kantong darah yang terkumpul menjadi kesempatan untuk menyelamatkan nyawa. Ini adalah bentuk kontribusi sederhana, namun dampaknya sangat besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat sejak meja pendaftaran dibuka. Tidak sedikit karyawan yang telah rutin mendonorkan darahnya setiap tiga bulan. Ada pula pendonor pemula yang datang dengan rasa gugup, namun tetap bertekad berpartisipasi.
Kepala Sub Seksi Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L), Heri Kusnanto, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang sehat dan produktif.
“Donor darah memiliki manfaat ganda. Selain membantu sesama, pendonor juga dapat memantau kondisi kesehatannya melalui pemeriksaan awal seperti tekanan darah dan kadar hemoglobin. Ini selaras dengan semangat K3, yaitu memastikan pekerja tetap bugar dan siap menjalankan tugas,” jelasnya.
Sementara itu, Dokter Sub Seksi Seleksi dan Pengambilan Darah, dr. Arviendo Muhammad N., mengapresiasi konsistensi Perhutani KPH Banyumas Timur dalam mendukung ketersediaan stok darah. Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai institusi sangat penting untuk menjaga pasokan darah tetap aman, terutama saat kebutuhan meningkat akibat kondisi darurat atau tindakan medis tertentu.
“Kami sangat terbantu dengan kegiatan seperti ini. Satu pendonor bisa membantu hingga tiga pasien. Bayangkan jika semakin banyak pihak tergerak, tentu semakin banyak pula nyawa yang dapat tertolong,” katanya.
Kegiatan ini menghadirkan pengingat bahwa solidaritas bisa dimulai dari tindakan kecil. Di balik proses singkat yang hanya memakan waktu beberapa menit, tersimpan harapan panjang bagi mereka yang tengah berjuang memulihkan kesehatan.
Bulan K3 Nasional pun dimaknai tidak hanya sebagai momentum meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kerja, tetapi juga memperluas makna keselamatan ke ranah kemanusiaan. Sebab pada akhirnya, menjaga kehidupan—baik milik sendiri maupun orang lain—adalah tanggung jawab bersama. (Kom-PHT/Byt/Mei)
Editor: Tri
Copyright © 2026