BANYUMAS BARAT, PERHUTANI (13/02/2026) | Perum Perhutani KPH Banyumas Barat terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan. Kali ini, Perhutani melaksanakan koordinasi bersama SMAN 2 Cilacap terkait strategi pemasaran Wisata Hutan Payau Tritih sekaligus pengembangan inovasi pemanfaatan limbah organik berupa daun mangrove menjadi cat cair ramah lingkungan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Wana Wisata Payau Cilacap pada Jumat (13/02).
Administratur/KKPH Banyumas Barat Yohanes Eka Cahyadi dalam kegiatan tersebut diwakili Kepala BKPH Rawa Timur Kusnadi yang hadir didampingi Kepala RPH Tritih Warman. Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh semangat kolaboratif antara jajaran Perhutani, guru, dan siswa.
Administratur/KKPH Banyumas Barat melalui Kepala BKPH Rawa Timur Kusnadi menegaskan bahwa pengembangan Wisata Hutan Payau Tritih membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk kalangan pendidikan. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam mempromosikan potensi wisata berbasis lingkungan melalui kreativitas serta pemanfaatan teknologi digital.
Dari pihak sekolah, SMAN 2 Cilacap diwakili guru dan siswa. Guru pendamping Moch Ridwan menyampaikan apresiasi atas kesempatan kolaborasi yang diberikan Perhutani kepada sekolah. Ia menilai kerja sama ini sangat relevan dengan pembelajaran berbasis proyek dan penguatan karakter peduli lingkungan bagi para siswa.
“Kami menyambut baik sinergi ini karena memberikan ruang nyata bagi siswa untuk belajar langsung dari lapangan. Tidak hanya memahami teori, tetapi juga terlibat dalam promosi wisata serta inovasi pengolahan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna,” ungkapnya.
Guru pendamping Moch Ridwan menambahkan bahwa pemanfaatan daun mangrove yang gugur menjadi cat cair alami merupakan ide kreatif yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui riset sederhana di lingkungan sekolah. Selain melatih keterampilan ilmiah siswa, kegiatan ini juga membuka wawasan tentang pentingnya ekonomi sirkular dan keberlanjutan lingkungan.
Para siswa yang hadir juga menyampaikan antusiasme untuk terlibat dalam pembuatan konten promosi Wisata Hutan Payau Tritih melalui media sosial sekolah. Mereka berkomitmen mendukung kampanye digital yang menonjolkan keindahan kawasan mangrove, nilai edukasi lingkungan, serta inovasi produk cat cair alami hasil olahan daun mangrove.
Kepala RPH Tritih Warman menjelaskan bahwa pemanfaatan daun mangrove dilakukan tanpa merusak ekosistem karena hanya menggunakan daun yang telah gugur secara alami. Dengan demikian, prinsip kelestarian tetap menjadi prioritas utama dalam setiap inovasi yang dikembangkan.
Melalui koordinasi ini, diharapkan terjalin kerja sama berkelanjutan antara Perhutani dan SMAN 2 Cilacap, baik dalam bidang promosi wisata, penelitian sederhana, maupun kegiatan edukasi lingkungan. Sinergi ini menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang peduli terhadap kelestarian hutan sekaligus kreatif dalam menciptakan solusi berbasis potensi lokal.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjadikan Wisata Hutan Payau Tritih tidak hanya sebagai destinasi ekowisata unggulan, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran dan inovasi ramah lingkungan yang melibatkan dunia pendidikan secara aktif dan berkesinambungan. (Kom-PHT/Byb/Twn)
Editor: Tri
Copyright © 2026