TASIKMALAYA, PERHUTANI (09/04/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya terus memperkuat langkah preventif dalam menghadapi potensi kebencanaan melalui kegiatan koordinasi dan silaturahmi bersama masyarakat desa hutan. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di Desa Taruna Jaya, Kecamatan Sukaraja, dengan melibatkan jajaran RPH Sukaraja BKPH Singaparna dan LMDH Taruna Jaya. Selasa (07/04).

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan mitigasi bencana berbasis kolaborasi, mengingat wilayah hutan di Tasikmalaya memiliki kerentanan terhadap bencana alam seperti longsor, kebakaran hutan, dan angin kencang, terutama pada musim peralihan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Administratur/KSKPH Tasikmalaya, Rodiana Rahman, bersama Kepala Seksi Madya PSDH , Kepala Sub Seksi (KSS) Hukum, Kepatuhan, Agraria dan Komunikasi Perusahaan (HKAKP), KSS Perncanaan, serta jajaran Perhutani wilayah RPH Sukaraja, BKPH Singaparna. Turut hadir Kepala Desa Taruna Jaya yang juga menjabat sebagai Ketua LMDH Taruna Jaya, Bapak H. Saefuloh, S.H., beserta pengurus LMDH.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Administratur/KSKPH Tasikmalaya Rodiana Rahman menegaskan bahwa penguatan sinergi lintas stakeholder merupakan langkah strategis dalam membangun sistem mitigasi kebencanaan yang responsif dan berkelanjutan di kawasan hutan.

“Kolaborasi ini bukan sekadar formalitas, tapi bentuk nyata komitmen bersama dalam membangun kesiapsiagaan. Kita ingin memastikan bahwa setiap potensi risiko bisa diantisipasi sejak dini melalui peran aktif semua pihak,” ujar Rodiana Rahman.

Ia menambahkan, pendekatan berbasis kemitraan dengan LMDH menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas kawasan hutan, baik dari aspek ekologi maupun sosial.

Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi forum untuk menyamakan persepsi terkait langkah-langkah mitigasi, termasuk patroli terpadu, sistem pelaporan cepat, serta optimalisasi peran masyarakat dalam penanganan awal apabila terjadi bencana.

Sementara itu, H. Saefuloh, S.H. menyampaikan apresiasi atas kehadiran Perhutani yang secara langsung turun ke lapangan untuk membangun komunikasi dengan masyarakat desa hutan.

“Kami dari LMDH siap menjadi garda terdepan dalam mendukung upaya mitigasi. Sinergi seperti ini sangat penting agar masyarakat semakin sadar dan sigap dalam menghadapi potensi bencana,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan kuatnya hubungan antara Perhutani dan masyarakat desa hutan sebagai mitra strategis.

Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan kesiapsiagaan masyarakat semakin meningkat, serta mampu meminimalisir dampak bencana melalui langkah-langkah preventif yang terencana dan terukur.

Perhutani KPH Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh stakeholder dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus memastikan keamanan dan keselamatan lingkungan serta masyarakat di sekitarnya.(Kom-PHT/Tsm/Irbas)

Editor: MS

Copyright © 2026