PEKALONGAN TIMUR, PERHUTANI, (23/12/2025)│ Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis konservasi. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran jajaran Perhutani dalam acara Penyerahan Fasilitas Pengembangan Kapasitas UMKM Wisata Unggulan serta Peluncuran Bahan Ajar Edukasi Rupiah Versi Braille oleh Bank Indonesia di Desa Bawang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Senin (22/12/2025).
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Ibu Destry Damayanti, dan Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan tersebut, Perhutani KPH Pekalongan Timur diwakili oleh Asisten Perhutani (Asper) KBKPH Bandar, Bapak Kuat. Kehadiran Perhutani menjadi krusial mengingat lokasi pengembangan UMKM dan wisata Curug Genting berada di wilayah yang bersinggungan dengan kawasan hutan yang dikelola bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Agro Lestari.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, dalam sambutannya mengapresiasi peran LMDH Agro Lestari yang merupakan mitra binaan Perhutani dalam mengembangkan kopi organik sebagai tanaman konservasi.
“Pengembangan UMKM yang terintegrasi dengan prinsip ekonomi hijau adalah langkah strategis menjaga keseimbangan antara profit dan kelestarian alam,” tuturnya.
Bank Indonesia menyerahkan bantuan senilai Rp160.000.000 untuk peningkatan fasilitas di Wisata Curug Genting, termasuk pembangunan gapura, sarana MCK, dan akses tangga pengaman sepanjang 60 meter demi kenyamanan wisatawan.
Administratur KPH Pekalongan Timur melalui Asper Kepala BKPHBandar, Kuat menyampaikan dukungannya terhadap program sinergi lintas instansi ini. Ia menegaskan bahwa Perhutani selalu terbuka bagi kolaborasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar hutan tanpa merusak ekosistem.
“Kami dari Perhutani KPH Pekalongan Timur, khususnya BKPH Bandar, sangat mendukung penuh inisiatif Bank Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Batang. Kolaborasi ini sejalan dengan visi kami dalam mengelola hutan secara lestari namun tetap memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat melalui LMDH,” ujarnya.
“Fasilitas pengembangan kapasitas UMKM dan perbaikan sarana di Curug Genting ini akan sangat membantu mitra kami, LMDH Agro Lestari, untuk naik kelas. Kami berharap kopi organik Blado dan wisata alam ini tidak hanya dikenal di lokal, tapi juga semakin mendunia dengan manajemen yang lebih profesional dan fasilitas yang memadai.”
Selain sektor ekonomi, acara ini juga menandai peluncuran 60 buku serial cerita anak kebanksentralan dan 60 buku versi Braille. Inovasi ini bertujuan agar edukasi mengenai cinta Rupiah dan peran Bank Indonesia dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus dari SLB Negeri di wilayah Batang dan Pemalang.
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menutup dengan harapan bahwa di tahun 2026, sinergi antara BI, Pemerintah Daerah, dan instansi terkait seperti Perhutani dapat semakin erat guna mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui potensi wisata dan komoditas unggulan.
Kegiatan berakhir pukul 11.30 WIB dengan tertib, aman, dan lancar, ditutup dengan sesi foto bersama seluruh stakeholder. (Kom-PHT/Pkt/Ran).
Editor: Tri
Copyright © 2025