BANYUMAS TIMUR, PERHUTANI (19/01/2026) | Suasana kawasan Baturraden Adventure Forest (BAF) pagi itu terasa berbeda. Di tengah rindangnya pepohonan dan udara sejuk lereng Gunung Slamet, manajemen mitra pengelola dan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur berkumpul bukan untuk berwisata pada Senin (19/01), melainkan untuk belajar satu hal penting: keselamatan kerja.

Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional, dilaksanakan sosialisasi K3 sebagai bentuk komitmen Perhutani dalam menanamkan budaya kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan, khususnya di kawasan wisata alam yang memiliki tingkat risiko cukup tinggi.

Sosialisasi ini membahas berbagai aspek K3, mulai dari pengenalan potensi bahaya di kawasan wisata hutan, prosedur kerja yang aman, penggunaan alat pelindung diri (APD), hingga langkah-langkah penanganan keadaan darurat. Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan di lapangan.

Kawasan wisata alam seperti Baturraden Adventure Forest sendiri tidak hanya menyuguhkan keindahan alam, tetapi juga memiliki tantangan tersendiri. Aktivitas wisata, pengelolaan wahana, hingga perawatan kawasan hutan menuntut kesiapsiagaan petugas dalam menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengunjung.

Administratur KPH Banyumas Timur melalui Kepala Sub Seksi Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkunga, Heri Kusnanto, menyampaikan bahwa Bulan K3 Nasional menjadi momentum penting untuk kembali mengingatkan seluruh insan kerja akan pentingnya pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

“Keselamatan bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tetapi menjadi budaya yang harus diterapkan oleh setiap individu di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bangkit Maju Wisata, Bilwan Feryanto, menyambut baik kegiatan ini. Sosialisasi tidak dilaksanakan dengan nuansa meriah dan mewah, namun membawa makna mendalam yang krusial untuk menjadi perhatian.

“Sosialisasi K3 sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman petugas, terutama dalam menghadapi situasi darurat yang mungkin terjadi di kawasan wisata alam. BAF sendiri sudah memiliki sistem early warning untuk mendeteksi air yang meluap saat hujan deras. Sistem ini seperti menginformasikan akan adanya banjir, sehingga menjadi sarana komunikasi untuk mengingatkan pengunjung yang sedang bermain di wahana air,” jelasnya.

Melalui sosialisasi ini, Perhutani KPH Banyumas Timur berharap seluruh pihak yang terlibat memiliki kesadaran yang sama bahwa keselamatan kerja adalah prioritas utama. Dengan demikian, Baturraden Adventure Forest pun dapat terus menjadi destinasi wisata unggulan yang nyaman dan aman bagi pengunjung maupun pekerja yang saling berkoordinasi di dalamnya. (Kom-PHT/Byt/Mei)

Editor: Tri

Copyright © 2026