PEKALONGAN TIMUR, PERHUTANI (12/02/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur, melaksanakan kegiatan pengecekan fisik getah pinus di Tempat Penimbunan Getah (TPG) Watu Ireng, wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Wisnu, pada Selasa (11/02). Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Administratur, KPH Pekalongan Timur, yang diwakili Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Randudongkal, Eko Pranoto, sebagai bagian dari upaya pengendalian mutu hasil sadapan serta memastikan kelancaran proses produksi getah pinus di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BKPH Randudongkal, melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi getah yang telah ditimbun, mulai dari kebersihan, tingkat kekeringan, hingga kesesuaian volume dengan catatan administrasi. Pengecekan ini juga bertujuan memastikan bahwa hasil sadapan yang dikumpulkan para penyadap telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan perusahaan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BKPH Randudongkal, berdialog dengan para penyadap, di antaranya Carmadi dan Saidin. Dialog tersebut membahas pelaksanaan kegiatan penyadapan, kendala yang dihadapi di lapangan, serta upaya peningkatan produktivitas dan kualitas getah ke depan.

Kepala BKPH Randudongkal, Eko Pranoto, menyampaikan bahwa kegiatan pengecekan fisik getah merupakan agenda rutin yang penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan hasil hutan bukan kayu, khususnya getah pinus.

“Melalui pengecekan langsung di TPG, kami ingin memastikan bahwa seluruh proses mulai dari penyadapan, pengumpulan, hingga penimbunan berjalan sesuai prosedur dan standar yang berlaku,” ujarnya.

Ia, juga mengapresiasi semangat para penyadap, yang terus berkomitmen menjaga kualitas hasil sadapan meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan di lapangan. Menurutnya, sinergi yang baik antara jajaran Perhutani, dan para penyadap menjadi kunci utama dalam mendukung keberhasilan produksi getah pinus.

Salah satu penyadap, Carmadi, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan pendampingan yang diberikan jajaran Perhutani.

Ia, berharap komunikasi yang baik antara penyadap dan petugas lapangan dapat terus terjalin sehingga setiap permasalahan yang muncul dapat segera dicarikan solusi bersama.

Melalui kegiatan ini, Perhutani, KPH Pekalongan Timur, menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan, pengawasan, serta pendampingan kepada para penyadap, guna mewujudkan pengelolaan hutan yang produktif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi perusahaan dan masyarakat sekitar hutan. (Kom-PHT/Pkt/Ran)

Editor: Tri

Copyright © 2026