PADANGAN, PERHUTANI (10/08/2024 ) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Padangan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) pada Kamis (10/08) untuk mengeksplorasi potensi wisata religi di kawasan hutan bersama Kepala Desa Bobol, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, serta calon mitra yang siap mendukung pembangunan sarana dan prasarana di Desa Bobol.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Bobol, Saimo; Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Tawaran, Sigit Rusdarmawan; Polhut RPH Tawaran, Trihanto Iwan S. dan Dwi Kuntoro; Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Karya Usaha Desa Bobol; serta calon mitra Hj. Erma Yuanita Khoironi.
Kepala KPH Padangan, Achmad Hidayat, menyatakan bahwa kehadiran calon mitra yang berminat untuk berkolaborasi dalam pembangunan wisata religi di kawasan hutan petak 60C-2 RPH Tawaran BKPH Kaliaren Barat merupakan peluang positif. “Sinergi yang baik sangat penting untuk menciptakan destinasi wisata yang menarik minat masyarakat. Kami berharap kerjasama ini dapat mewujudkan tujuan bersama,” ujar Achmad Hidayat.
Sementara itu, Hj. Erma Yuanita Khoironi, yang rencananya menjadi mitra dalam pengembangan potensi wisata tersebut menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan Perhutani KPH Padangan dan Pemerintah Desa Bobol melalui BUMDes serta LMDH Karya Usaha Desa Bobol dalam pengembangan wisata religi “Watu Bucu” yang terletak di kawasan hutan RPH Tawaran BKPH Kaliaren Barat.
“Wisata ini merupakan sebuah petilasan religius. Kami berharap kunjungan ke ‘Watu Bucu’ dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang sejarahnya,” ungkap Hj. Erma.
Kepala Desa Bobol dan Ketua LMDH Karya Usaha Desa Bobol menyambut antusias rencana kemitraan ini dan mendukung penuh pembangunan wisata religi “Watu Bucu,” yang diharapkan akan menjadi ikon wisata di KPH Padangan. (Kom-PHT/Pdg/SA)
Editor:Lra
Copyright©2024