SOLOPOS.COM (5/6/2017) | Keindahan panorama alam Wonogiri seakan tak pernah selesai dijelajahi. Kabupaten Gaplek ini punya sejuta pesona menarik, mulai dari wisata pantai hingga wisata gunung. Berlokasi tepat di tengah perbatasan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur, Wonogiri diapit Gunung Kidul dan Pacitan.

Dari Kota Solo butuh tempo minimal satu jam untuk tiba di Wonogiri kota. Dari situ, pembaca bisa memilih mengeksplorasi pantai, gunung, atau perbukitan karst-nya. Ya, sebagian wilayah Kota Sukses itu berada di tepi Samudera Hindia, sebagian lagi menjadi bagian Geopark Gunung Seribu, dan beberapa di antaranya ada di lereng Gunung Lawu Selatan.

Kali ini, solopos.com mengajak pembaca untuk singgah di Kecamatan Jatipurno, tepatnya di Kawasan Wisata Hutan Pinus Wonoasri. Berjarak sekitar 25 km dari Wonogiri Kota, hutan tersebut berada di Dukuh Seper, Kelurahan Balepanjang.

Rutenya dari Wonogiri Kota, pembaca bisa langsung mengarah ke Timur, lalu ke arah Jatisrono. Sampai Pasar Jatisrono, belok ke utara hingga Pasar Jatipurno, lalu belok kanan hingga menjumpai SDN 1 Jatipurno. Sesudahnya belok kiri dan lurus sejauh 4 km.

Sementara bagi pembaca dari Karanganyar dan Sragen, dapat memakai rute Waduk Lalung arah Jumapolo. Sesudahnya berbelok ke arah Jatipuro, melintasi Girimarto. Kedua rute tersebut dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Setelah 150 menit berkendara, solopos.com berhasil tiba di Hutan Pinus Wonoasri, Rabu (24/5/2017) siang. Di loket masuk, setiap pengunjung bakal dimintai tarif senilai Rp8.500. Dengan membayar tiket senilai itu, pengunjung berhak menikmati teduhnya hutan pinus, sambil mengeksplorasi belasan spot foto unik.

Beberapa di antaranya, adalah taman bunga, tempat bermain anak, flying fox, kebun stroberi, rumah pohon, instalasi bambu, panggung selfie, dan bumi perkemahan. Fasilitas tersebut ada yang gratis namun ada pula yang mematok harga.

Kompleks rumah pohon, misalnya, per pengunjung bakal dikenai tarif Rp5.000 untuk naik di atasnya atau sekadar berfoto di panggung selfie.

Seluruh fasilitas tersebut dibangun secara swadaya oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Seper bekerja sama dengan Perhutani BPKH Lawu Selatan.

“Sudah setahun ini kami terus membenahi fasilitas secara bertahap. Saat hari libur, jumlah pengunjung mencapai 500-an orang. Sementara saat hari biasa mungkin sekitar 50an orang,” terang Marketing Hutan Wisata Wonoasri, Danang Wirawan, kepada Pesona Wisata Soloraya, Rabu.

Bagaimana? Penasaran? Untuk berkeliling kompleks Hutan Wisata Wonoasri memang membutuhkan stamina tinggi.

Pengunjung bisa pula menunggang kuda dengan biaya mulai dari Rp50.000 untuk mengantar Anda ke spot-spot yang tersedia. Selamat berlibur!

Sumber: solopos.com

Tanggal: 5 Juni 2017