BANYUWANGI SELATAN, PERHUTANI (11/04/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan bersama Pemerintah Desa Sumberagung dan mitra bisnis menggelar pembahasan peluang kerja sama pemanfaatan kawasan hutan yang melibatkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di wilayah RPH Pulomerah, BKPH Sukamade. Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Kamis (10/04).

Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan melalui pengelolaan kawasan hutan yang produktif dan berkelanjutan.

Mewakili Administratur KPH Banyuwangi Selatan, Kepala Sub Seksi (KSS) Hukum, Kepatuhan, Agraria dan Komunikasi Perusahaan, Didik Nurcahyo, menyampaikan apresiasi atas dukungan Forkopimka Pesanggaran dan Pemerintah Desa Sumberagung dalam menjaga komunikasi dan sinergi yang telah terjalin baik.

“Kerja sama pemanfaatan kawasan hutan melalui mekanisme kemitraan merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi Perhutani untuk mewujudkan hutan lestari dan masyarakat sejahtera,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penting dalam mendukung pengamanan hutan, pengelolaan kawasan, serta menciptakan kondusivitas di masyarakat sekitar hutan.

“Melalui kerja sama ini, kami mendorong pengembangan tanaman fast growing species (FGS) seperti balsa dan sengon, serta tanaman tumpangsari seperti jagung, cabai, padi, dan kedelai, dengan melibatkan mitra bisnis dan LMDH,” tambahnya.

Kepala Desa Sumberagung, Vivin Agustin, menyatakan dukungannya terhadap rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan.

“Kolaborasi ini penting agar pengelolaan hutan tetap lestari dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami juga mendorong dilakukan peninjauan lapangan bersama untuk memastikan kesiapan lokasi kerja sama,” ungkapnya.

Sementara itu, pimpinan PT Nadroh Barokah Sejahtera, Sugiarto, mengapresiasi fasilitasi Perhutani dalam membuka peluang kerja sama dengan melibatkan masyarakat sekitar hutan.

“Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kondusivitas wilayah hutan. Kami siap mengikuti mekanisme yang berlaku, termasuk penyusunan perjanjian kerja sama (PKS),” tegasnya.

Melalui pertemuan ini, seluruh pihak sepakat memperkuat kolaborasi dalam pemanfaatan kawasan hutan secara berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan aspek kelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar hutan. (Kom-PHT/Bws/Dik)

Editor:Lra
Copyright©2025