MADIUN, PERHUTANI (27/8/2020) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madiun mendukung program Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Hidup (BPSKL) Wilayah Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabal Nusra) dengan mengadakan pelatihan temu usaha pengembangan ekowisata kepada 3 (tiga) Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS)  yang dilaksanakan di Pusat Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Pusdikbang SDM) Perhutani Madiun pada tanggal 25-26 Agustus 2020.

Dalam keterangan secara terpisah Administratur KPH Madiun Wakhid Nurdin menyampaikan terima kasih kepada Tim BPSKL Jabal Nusra yang telah memprogramkan pelatihan temu usaha ekowisata kepada 3 kelompok yang merupakan mitra kerja Perhutani KPH Madiun. “Semoga apa yang telah disampaikan bisa diwujudkan dalam rangka merintis kelola usaha dibidang ekowisata di wilayahnya masing-masing. Membangun Pariwisata tidak lepas dari kerusakan lingkungan, kerusakan lingkungan yang ditimbulkan harus ditekan sekecil mungkin,” kata Wakhid.

BPSKL Jabal Nusra dalam kegiatan ini menggandeng Business Development Gomodo yang merupakan  perusahaan penyedia sistem perangkat lunak untuk kegiatan dibidang jasa dan wisata. Akmal Rohmatdianto dari Business Development Gomodo menyampaikan, bahwa pihaknya membantu UMKM secara digital dengan ekosistem tools atau perangkat software untuk UMKM Go Digital termasuk website yang lengkap dengan sistem booking dan pembayaran non-tunai.

Menurutnya Gomodo Meta Distribution Engine sistem distribusi miliknya dapat mendistribusikan jasa wisata UMKM kepada pihak Agent dan Reseller. “Sedangkan Platform pengajuan solusi pembiayaan UMKM semua fitur Gomodo dapat diakses dengan smartphone,” terangnya.

Sementara itu M. Rubini Kertapati selaku Ketua Bidang Unit Jasa Wisata Alam KOPISETARA dalam kesempatan itu mengatakan, bahwa ekowisata saat ini menjadi salah satu sumber pendapatan untuk pengelolaan secara berkelanjutan. “Hal Ini bukan hanya bagaimana kita bisa mengajak wisatawan datang ke lokasi atau destinasi wisata kita, akan tetapi harus juga bisa memikirkan kesejahteraan masyarakat setempat,” katanya,

“Oleh karena itu, perlu dipastikan bahwa pengunjung melakukan perjalanan yang bertanggung jawab, membantu melindungi satwa liar yang mereka kunjungi dan memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat lokal. Konsep ekowisata tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi kepada masyarakat lokal saja, namun mendukung konservasi alam dan mengurangi dampak dari aktivitas wisata itu sendiri,” tambah Rubini, (Kom-PHT/Mdn/Yud)

Editor : Ywn

Copyright©2020