Pabrik Perhutani ini adalah satu-satunya pabrik derivat terpadu, terbesar di Indonesia dan di Asia Tenggara. Menempati lahan 6,3 Ha dengan bangunan seluas 2,5 Ha, PPCI didukung oleh 80 tenaga kerja langsung. Dengan beroperasinya pabrik baru ini dipastikan akan memberikan dampak sosial ekonomi positif bagi masyarakat sekitar pabrik khususnya dan Kabupaten Pemalang umumnya.

Tahun lalu Perhutani mengoperasikan pabrik pengolahan produk turunan getah pinus (gondorukem) di Pemalang Jawa Tengah. Pabrik yang mulai beroperasi pada akhir Oktober 2013 ini menelan investasi hingga Rp 190 miliar.

Mulai studi kelayakan (2010), pabrik derivatif gondorukem dan terpentin Pemalang disetujui Kementerian BUMN selaku pemegang saham (31/5/2011). Menteri BUMN Dahlan Iskan bahkan hadir mencanangkan groundbreaking pembangunan pabrik ini.

Luas hutan yang dikelola Perhutani di Jawa 2,4 juta hektar, terdiri dari hutan jati 1.261.465,81 Ha (52%), hutan pinus 876.992,66 Ha (36%) dan sisanya Damar, Mahoni, Akacia, Sengon, Kesambi. Pohon pinus yang disadap menghasilkan getah pinus. Getah pinus ini diolah di pabrik melalui proses melting, scrubber dan pemasakan menghasilkan produk Gondorukem atau Gum Rosin dan Terpentin.

Proses lanjutan destilasi terpentin akan menghasilkan produk turunan ?-Pinene (Alphapinene), Bethapinene, D-limonen, D-carene. Sedangkan proses lanjutan produk Gum Rosin melalui easterifikasi dan flacking menghasilkan Glycerol dan Rosin Ester.

Sumber : www.finance.detik.com
Tanggal : 22 April 2014