BANYUWANGI SELATAN, PERHUTANI (10/4/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan menerima kunjungan silaturahmi dan koordinasi calon mitra usaha guna membahas peluang kerja sama pemanfaatan kawasan hutan bertempat di Kantor KPH Banyuwangi Selatan, Rabu (08/04).
Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Selatan Wahyu Dwi Hadmojo menyampaikan bahwa pemanfaatan kawasan hutan dapat dilakukan secara bersama dengan berbagai pihak, seperti Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), entitas bisnis, Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Pemerintah Desa (Pemdes)/Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), swasta atau investor, hingga perusahaan, melalui mekanisme Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan kawasan hutan guna meningkatkan kesejahteraan bersama, dengan tetap menjaga keseimbangan aspek ekologi, sosial, dan ekonomi sebagai prinsip utama pembangunan kehutanan. “Pembangunan kehutanan harus berjalan seimbang antara aspek ekologi, sosial, dan ekonomi agar terwujud hutan lestari dan masyarakat sejahtera. Untuk itu, dukungan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan,” ungkap Wahyu.
Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan bahwa Perhutani pada prinsipnya mendukung kegiatan kerja sama pemanfaatan kawasan hutan, baik untuk tanaman kayu Fast Growing Species (FGS) seperti balsa, maupun Multi Purpose Tree Species (MPTS) seperti alpukat, petai, dan mangga, serta pola tumpangsari tanaman pertanian di bawah tegakan.
Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan program pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan usaha mikro dan kecil, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi masyarakat sekitar hutan. “Kami berharap pemanfaatan kawasan hutan ini dapat memberikan dampak positif berupa peningkatan ekonomi masyarakat, investor, serta pemberdayaan potensi lokal, dengan tetap menjaga kondusivitas dan kelestarian hutan,” tambahnya.
Ia juga menekankan agar calon mitra segera mengajukan proposal kerja sama lengkap dengan dokumen pendukung untuk dilakukan pembahasan, peninjauan lapangan, hingga proses pengusulan ke Divisi Regional Jawa Timur (Divre Jatim) dan Kantor Pusat (Kanpus) Perhutani.
Sementara itu, mitra bisnis yang juga tokoh masyarakat Rogojampi Banyuwangi, Sugiarto, menyampaikan apresiasi atas kesempatan silaturahmi dan koordinasi tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih atas fasilitasi ini. Harapannya, sinergi antara investor dan Perhutani dapat terus terjalin serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan,” ujarnya.
Sugiarto yang juga Pimpinan PT Nadroh Barokah Sejahtera menambahkan bahwa pihaknya siap mematuhi seluruh mekanisme dan ketentuan kerja sama, termasuk pengajuan proposal resmi, serta berkomitmen menjaga kondusivitas masyarakat sekitar hutan. “Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak, baik Perhutani, masyarakat, maupun investor, serta tetap menjaga kelestarian hutan,” pungkasnya. ( Kom-PHT/Bws/Dik).
Editor:Lra
Copyright©2026