PASURUAN, PERHUTANI (15/04/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pasuruan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kemarau ekstrem akibat fenomena El Nino yang diprediksi mencapai puncak pada Oktober 2026, melalui keikutsertaan aktif dalam rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral yang digelar Polres Mojokerto di Aula Tathya Dharaka, Selasa (14/04).
Rakor tersebut menjadi forum strategis untuk menyelaraskan langkah mitigasi terhadap ancaman kekeringan panjang serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah hutan Mojokerto dan sekitarnya.
Perhutani KPH Pasuruan hadir bersama sejumlah pemangku kepentingan, antara lain UPT Tahura R. Soerjo, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto.
Administratur Perhutani KPH Pasuruan, Ivan Cahyo Susanto, menegaskan bahwa Perhutani telah melakukan berbagai langkah antisipatif, termasuk memperbarui pemetaan wilayah rawan kebakaran sebagai dasar penguatan mitigasi di lapangan.
“Perhutani bersama LMDH telah menyiagakan satuan tugas pemadam melalui Masyarakat Peduli Api di titik-titik rawan. Upaya ini kami lakukan sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran, terlebih menghadapi potensi cuaca ekstrem tahun ini,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian hutan. Menurutnya, perlindungan kawasan hutan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pihak.
Sementara itu, Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana harus ditingkatkan, mengingat intensitas El Nino diperkirakan lebih kuat dibanding tahun sebelumnya.
“Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan pengelola kawasan hutan menjadi kunci dalam memastikan respons cepat terhadap potensi titik api serta penanganan dampak kekeringan,” tegasnya.
Dalam rakor tersebut, Perhutani juga turut memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung penanggulangan karhutla, mulai dari mobil tangki air, mesin pompa pemadam portabel, hingga alat pelindung diri bagi petugas lapangan.
Melalui langkah proaktif ini, Perhutani KPH Pasuruan bersama para pemangku kepentingan berkomitmen menjaga kawasan hutan tetap aman selama musim kemarau 2026. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta bijak dalam penggunaan air guna meminimalkan dampak kekeringan. (Kom-PHT/Psu/Fas)