PASURUAN, PERHUTANI (14/04/2026) | Menanggapi ancaman fenomena iklim musim kemarau ekstrem “El Nino Godzilla” yang diprediksi memuncak pada tahun 2026 sekitar bulan Oktober, Polres Mojokerto menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral pada hari selasa yang Bertempat di Aula Tathya Dharaka Polres Mojokerto, pertemuan ini bertujuan untuk menyelaraskan langkah mitigasi terhadap potensi kekeringan panjang dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dari Perhutani KPH Pasuruan, UPT Tahura R. Soerjo, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto.
Dalam sambutannya, Kapolres Mojokerto AKBP Dr.(C) Andi Yudha Pranata, S.H., S.I.K., M.Si, bahwa kesiapsiagaan personel dan peralatan harus berada pada level tertinggi mengingat intensitas El Nino kali ini diprediksi jauh lebih kuat dari tahun-tahun sebelumnya.
“Semoga musim kemarau tahun ini kawasan hutan ataupun lokasi yang ada di mojokerto tidak terdampak dari fenomena ini, Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan pengelola kawasan hutan adalah kunci untuk memastikan respons cepat jika terjadi titik api, serta menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan,” tegas Kapolres.
Senada dengan hal tersebut, Administratur (ADM) KPH Pasuruan Ivan Cahyo Susanto memberikan sambutan yang menyoroti kerentanan kawasan hutan di wilayah Mojokerto dan sekitarnya, Beliau memaparkan bahwa pemetaan wilayah rawan kebakaran telah diperbarui guna menghadapi cuaca ekstrem ini.
“Perhutani bersama LMDH telah menyiagakan satuan tugas pemadam bernama masyarakat peduli api di titik-titik krusial, Kami sangat mengapresiasi inisiasi Polres Mojokerto dalam menyatukan visi, karena perlindungan kawasan hutan adalah tanggung jawab kolektif yang tidak bisa kami pikul sendirian, maka dari mari kita bersinergi dalam menghadapi musim kemarau yang akan datang” ungkapnya.
Rapat koordinasi ini diakhiri dengan checklist bersama terhadap sarana dan prasarana (sarpras) penanggulangan bencana yang dimiliki oleh masing-masing instansi. Mulai dari armada mobil tangki air, mesin pompa pemadam portable, hingga alat pelindung diri bagi petugas lapangan diperiksa kelayakannya. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh instrumen pendukung siap dioperasikan sewaktu-waktu tanpa kendala teknis saat kondisi darurat terjadi.
Melalui langkah proaktif ini, Polres Mojokerto dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk menjaga kondusivitas wilayah selama tahun 2026. Masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan bijak dalam penggunaan air. Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang solid, diharapkan dampak buruk dari fenomena El Nino Godzilla dapat diredam seminimal mungkin.(Kom-PHT/Psu/Fas)