BANYUWANGI SELATAN, PERHUTANI (10/04/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan melakukan media visit ke Rumah Kebangsaan Basecamp Karangrejo Banyuwangi yang juga menjadi sekretariat bersama (sekber) media dan LSM. Kegiatan ini dirangkaikan dengan diskusi kebangsaan bertema Tandang Bareng, Guyub Rukun, pada Kamis malam (09/04).

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur, antara lain Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Polresta, Kodim 0825, instansi terkait, BUMN, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), akademisi, organisasi masyarakat, media, LSM, serta tokoh agama dan masyarakat.

Ketua Rumah Kebangsaan Basecamp Karangrejo Banyuwangi sekaligus Koordinator Sekber Media dan LSM Banyuwangi, Hakim Said, mengatakan momentum Idul Fitri menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat silaturahmi dan membangun harmoni antar elemen masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi wadah mempererat sinergi lintas sektor melalui koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi guna mewujudkan Banyuwangi yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), sekaligus mendukung program pemerintah, termasuk ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Komandan Kodim 0825 Banyuwangi, Letkol Arm. Tryadi Indrawijaya, mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai langkah memperkuat persatuan dan sinergi lintas sektor.

“Kami berharap seluruh elemen dapat berperan aktif dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun Banyuwangi yang lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Administratur KPH Banyuwangi Selatan, Wahyu Dwi Hadmojo, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Perhutani dalam memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.

“Kami mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai ruang silaturahmi dan diskusi kebangsaan. Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam mendukung pengelolaan hutan yang lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Perhutani terus mendorong penguatan koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, serta seluruh stakeholder, termasuk media dan pegiat lingkungan.

“Dukungan semua pihak sangat penting, khususnya dalam menyukseskan program ketahanan pangan dan menjaga kondusivitas masyarakat sekitar hutan,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antar pemangku kepentingan dalam menjaga kerukunan, mendukung pembangunan daerah, serta mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan. (Kom-PHT/Bws/Dik)

Editor:Lra
Copyright©2026