KPH-Parenganseputartuban.com–Upaya mengawal motivasi masyarakat ikut menjaga kawasan hutan secara nyata terus dilakukan jajaran Perhutani KPH Parengan. Komitmen ini sekaligus merupakan bentuk nyata menempatkan masyarakat sebagai andalan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.

Menjawab respon tersebut, Perhutani KPH Parengan terus memutar otak. Salah satunya dengan melakukan program pemerdayaan secara total kepada masyarakat, agar tak selamanya bergantung pada sumber daya hutan. Tapi, menjadikan hutan sebagai sahabat sekaligus aset yang harus dijaga kelangsungannya sepanjang masa.

Berkaitan itu, untuk mengawal program apik ini Perhutani Parengan memanfaatkan momen kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Wilayah perdesaan kawasan hutan yang ditawarkan untuk disasar intelektual lintas jurusan tersebut adalah Desa Sidonganti, Kecamatan Kerek.

Administratur Perhutani KPH Parengan, Daniel Budi Cahyono, mengatakan mahasiswa UGM tersebut akan berbaur dengan warga Desa Sidonganti selama dua bulan.

Menurut dia, komunikasi awal dilakukan dengan rektor UGM saat berkunjung ke Bojonegoro. Semula, sejatinya jadwal KKN tidak dilaksanakan di Desa Sidonganti. Namun setelah Daniel mengajukan Desa Sidonganti dengan motivasi memberdayakan masyarakat, akhirnya pihak rektorat menyetujuinya.

“Sebenarnya bukan di Kerek, tapi setelah kita minta disetujui. Ini bentuk nyata kepedulian kami kepada masyarakat sekitar hutan. Semoga mahasiswa bisa membantu memberdayakan dan meningkatkan SDM masyarakat Desa Sidonganti,” ungkap Daniel, Senin (14/7/2014), petang.

Dia mengatakan, sejak 9 Juli lalu 18 mahasiswa UGM dari berbagai disiplin ilmu sudah berada di Desa Sidonganti.

“Kita membuka diri untuk memfasilitasi mahasiswa. Kita mulai dengan pemberian informasi tentang Desa Sidonganti di kantor. Mulai kondisi sosial masyarakat dan informasi lainya. Kita harapkan proses pemberdayaan. Syukur-syukur sampai ada solusinya,” papar Daniel.

Sementara Kepala Desa Sidonganti, Ahmad, menyambut dengan suka cita desanya bisa disambangi para mahasiswa UGM tersebut.

“Alhamdulillah sudah dibantu Perhutani. Kita harapkan dapat meningkatkan kesadaran dan SDM masyarakat Sidonganti,” kata dia.

Ahmad menyebut, selama ini perhatian Pemkab Tuban maupun pihak terkait masih sangat kurang terhadap pembangunan maupun pemberdayaan Desa Sidonganti.

“Selama ini hanya dari PNPM. Semoga ke depan pemerintah lebih perhatian lagi. Karena masih banyak yang harus dibenahi di desa kami,” tandas dia.

Dalam perkembangannya, menurut Ahmad, semakin terjalinnya komunitas dan komunikasi dengan Perhutani akan menjadi kekuatan bagi masyarakat desa untuk saling berkoordinasi meningkatkan keamanan pada kawasan hutan di sekitarnya. (MUHAIMIN)

 
Sumber  :   www.seputartuban.com

Tanggal :   14 Juli 2014