JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) terus mendorong peningkatan populasi sapi. Salah satunya dengan pengembang sapi di lahan eks tambang. Dua daerah akan menjadi percontohan untuk dijadikan tempat pengembangbiakan ternak sapi.
Syukur Iwantoro, Direktorat Jendral (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan Kemtan menjelaskan, tiga cara yang akan dilakukan Kemtan untuk peningkatan populasi lewat sapi indukan. Pertama, pengembangbiakan di kawasan padat penduduk dengan pola pemeliharaan intensif mengedepankan animal walfare.
Kedua, kawasan integrasi kelapa sawit dengan sapi. Kemtan juga akan meminta Perum Perhutani menyediakan lahan 1 juta hektare (ha) sampai 2 juta ha untuk jadi kawasan peternakan sapi. Mustoha Iskandar, Direktur Utama Perhutani telah akan menyisihkan lahannya untuk pengembangan sapi sebagai bagian dukungan terhadap food estate.
Ketiga, kawasan eks tambang di Kutai Timur, Kalimantan Timur dan Belitung akan dijadikan lahan pengembangbiakan sapi. Kedua daerah yang telah ditutup setelah penambangan. Kini akan dibuka kembali untuk dijadikan kawasan peternakan sapi. “Kami keijasama dengan BPB untuk memulai penanaman rumput. Tahun ini akan dimulai,” tandas Syukur.
Namun untuk mendatangkan sapi, prioritas Kemtan tahun ini adalah pengadaan sapi indukan di kawasan lahan kelapa sawit. Rencananya, Kemtan akan mengimpor 30.000 ekor sapi indukan untuk diberikan ke petani plasma yang memiliki kebun sawit Nah, Juni mendatang, impor sapi indukan asal Australia mulai masuk ke Indonesia.
Tiga daerah yang akan mendapatkan bantuan sapi indukan adalah peternak rakyat sapi di Sumatra Selatan, Riau, dan Sumatra Utara.
Kemtan akan menyurati gubernur di seluruh provinsi Indonesia untuk menyediakan kawasan khusus untuk peternakan sapi. Sampai saat ini, baru dua daerah yang telah memiliki kawasan khusus peternakan sapi, yakni di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Selatan.
Sepanjang tahun 2014, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat populasi sapi potong 14,7 juta ekor, naik dari 12,6 juta ekor pada tahun 2013. Kenaikan populasi hingga 16% ini bisa kembali terulang tahun ini.
MonaTobing
Sumber : Kontan, Hal. 17
Tanggal : 26 Maret 2015