BANYUMAS BARAT,  ojeg getahPERHUTANI (20/11)  | Turkim warga desa Sadabumi kecamatan Majenang salah satu dari beberapa orang yang berprofesi sebagai tukang ojeg, namun beda dengan ojeg lainnya, dia membawa getah pinus dari puncak gunung yang berada di petak 1 J dan sekitarnya di  wilayah hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Majenang Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Majenang Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat.

Profesi yang digeluti ini memang berisiko tinggi karena melalui jalan setapak yang terjal namun tetap ditekuninya karena dari profesi ini dapat untuk mencukupi kebutuhan ekonominya.

Dalam sehari Turkim dapat menurunkan atau mengangkut getah pinus 5-6 kali jalan dan 1 kali jalan dapat mengangkut 3 pikul getah pinus, dengan upah perpikulnya Rp. 15.000,- sehingga dalam sehari dapat penghasilan kurang lebih Rp. 200.000,- kotor belum dikurangi biaya operasional ( bensin ). Biaya tersebut diberikan oleh para penyadap yang menggunakan jasa ojegnya. Soemarto salah seorang penyadap mengatakan sekarang para penyadap tidak perlu repot-repot memikul getah pinus ke Tempat Penampungan Getah ( TPG ) apalagi kami ini sudah cukup tua tidak kuat memikul seperti dulu.

Kepala Resort Pemangkuan Hutan ( KRPH ) Majenang,  Agus Suyanto mengatakan bahwa dengan adanya ojeg getah ini dirasakan sangat membantu sekali produksi getah pinus yang ada dalam wilayah kami ” juga sangat membantu mempercepat angkutan getah dari dalam hutan ke TPG.

Sementara itu petak-petak yang sangat sulit dan jauh jarak pikulnya sudah mulai banyak yang menggunakan jasa ojeg getah. (Kom-PHT/Byb/Mujiono )

Editor : Dadang K Rizal
Copyright ©2015