BANDUNG UTARA, PERHUTANI (09/03/2020) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara menerima kunjungan tim Study Banding Pengelolaan Wisata dari Kabupaten Toba-Samosir (Tobasa) Provinsi Sumatra Utara ke wana wisata Orchid Forest Lembang, Sabtu (7/3).

Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Bandung Bara. Sri Dustirawati, Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Kabupaten Bandung Barat Yayat Hidayat, Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lembang Susanto, Bagian marketing Wana Wisata Orchid Forest Sri wulansih, dan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Jayagiri Asep. Dalam kunjungan tersebut tim studi banding meninjau beberapa wahana wisata yang ada di Orchid Forest sekaligus berdiskusi mengenai pengelolaan serta pengembangan wisata tersebut.

Administratur KPH Bandung Utara, Komarudin melalui Asper BKPH Lembang, Susanto mengatakan pihaknya menyambut baik serta dengan senang hati mendampingi tim studi banding Pengelolaan Wisata dari Kabupaten Toba-Samosir (Tobasa) ke salah satu objek wisata internasional yang bisa menjadi percontohan yakni Orchid Forest yang dinilai sebagai salah satu objek wisata alam menarik tanpa mengganggu kealamian dan keasrian hutan sehingga bisa menjadi referensi untuk di terapkan di sana.

Kadis Pariwisata Toba-Samosir, Jhon Piter Silalahi menuturkan tujuan dari studi banding ini adalah untuk belajar, melihat, dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan wisata dalam kawasan hutan. Ada beberapa materi yang digali diantaranya mengenai historis wana wisata Orchid Forest, peran Perhutani dalam pengembangan wisata di Kabupaten Bandung Barat, mekanisme kerjasama antara PT. Jala energy dengan Perum Perhutani KPH Bandung Utara, dan lain sebagainya.

“Kami juga mempelajari dampak adanya pengembangan wisata oleh Perhutani bagi masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bandung Barat,” paparnya. (Kom-PHT/Bdu/Aep)

 

Editor : Ywn
Copyright©2020