KOMPAS.COM (18/06/2019) | Ratusan hektare lahan kawasan hutan di Trenggalek, Jawa Timur, rencananya akan di tanami pohon bambu. Penanaman pohon bambu tersebut akan dilakukan secara bertahap, dan dimulai pada musim penghujan akhir tahun ini.

“Itu kerja sama tiga pihak, yakni Perhutani, LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan), dan Pemkab,” kata Wakil Adm Kepala Sub Kesatuan Pemangku Hutan wilayah Kediri Selatan, Andi Iswindarto, Selasa (18/6/2019).

Lahan hutan yang akan ditanami bambu tersebut seluas sekitar 500 hektare yang berada di wilayah Kabupaten Trenggalek. Penanaman akan dilakukan terpencar. Untuk mengawali, sudah dilaksanakan penanaman pohon bambu di kawasan hutan Kota Trenggalek, sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada Senin (17/6/2019) kemarin.

“Tempat penanaman bambu terpencar-pencar. Antara lain di hutan di Kecamatan Bendungan, Trenggalek, dan Karangan,” terang Andi.

Lokasi prioritas hutan yang akan ditanam bambu adalah area kritis yakni lahan yang sulit ditanami jenis pohon lain. Selain itu, kiri-kanan sepanjang jalan kawasan hutan atau tepian sungai, juga akan ditanam pohon bambu.

“Kalau bambu, kan kita tahu, tanamnya bisa di mana saja dan bermanfaat,” kata Andi.

Hutan-hutan di lokasi yang telah disiapkan, ujar Andi, mengandalkan pengairan dari tanah hujan. Oleh karena itu, penanaman tahap awal baru akan dimulai ketika awal musim penghujan akhir tahun ini. Diharapkan, ke depannya tanaman bambu tersebut bisa memberi nilai ekologis secara meluas. Utamanya pohon bambu memiliki daya ikat tanah sehingga tidak mudah longsor dan banjir saat diguyur hujan.

Butuh Bambu Sebagai Penghalang Begitu juga ketika musim kemarau, tanaman bambu bisa menyimpan air. Beberapa manfaat dari bambu, diharapkan juga bisa mengurangi bencana di wilayah Trenggalek.

“Selain itu, juga fungsi ekonomi. Bambu memiliki nilai jual dan pasar tersendiri,” tutur Andi.

Mengawali penanaman bambu tersebut, Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin melakukan penanaman di kawasan Hutan Kota Trenggalek, Senin (17/6/2019). Penanaman itu diikuti oleh belasan orang, dan masing-masing menanam satu bibit pohon bambu. Bambu yang ditanam tersebut berada di area bagian atas hutan kota. Bambu ditanam di dekat lahan yang miring agar membantu mengikat tanah. Bupati Trenggalek yang masih tergolong muda ini berjanji, akan selalu membawa air setiap olahraga di jalur tersebut, dan menyiram bambu yang ia beri nama bambu Ipin.

“Ini namanya Bambu Mas Ipin. Di sini juga jalur joging saya. Saya janji untuk membawa air ke sini setiap kali joging. Saya sirami agar tetap hidup dan tumbuh besar,” kata Nur Arifin, usai penanaman.

Bambu dipilih karena Trenggalek merupakan daerah yang cukup rawan terhadap bencana. Ketika musim hujan, longsor dan banjir sering terjadi. Sementara, saat musim kemarau, banyak area kesulitan air bersih.

“Itu artinya, kita gagal menyimpan air dan menjaga lapisan tanah dari longsor,” ujar dia.

Penanaman bambu yang dilakukan oleh Bupati Trenggalek bersama sejumlah pegiat lingkungan tersebut, merupakan langkah awal untuk menanami hutan-hutan di Trenggalek dengan bambu.

 
Sumber : kompas.com
Tanggal : 18 Juni 2019